Berawal dari situasi sepak pojok, bola liar di kotak penalti PSG disambar Luis Suárez untuk membawa Sporting unggul 1-0. Stadion Jose Alvalade pun bergemuruh.
BACA JUGA:Jadwal Proliga 2026 Seri Bandung: Persaingan Panas Putaran 1.
BACA JUGA:FIFA Series 2026: Indonesia Siap Sambut Bulgaria, Solomon Islands, dan Saint Kitts & Nevis.
PSG merespons cepat. Lima menit berselang, Khvicha Kvaratskhelia mencetak gol penyama kedudukan lewat sepakan melengkung indah ke sudut kanan atas gawang setelah menerima assist Ousmane Dembélé. Skor berubah menjadi 1-1 dan laga kembali terbuka.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Sporting justru menunjukkan mentalitas luar biasa. Pada menit ke-90, Francisco Trincão melepaskan tembakan yang ditepis kiper PSG, Lucas Chevalier.
Bola muntah langsung disundul Luis Suárez masuk ke gawang, memastikan kemenangan dramatis 2-1 bagi tuan rumah.
Hasil ini menjadi pernyataan tegas Sporting CP di panggung Eropa. Meski hanya mencatat 25 persen penguasaan bola, tim asuhan Rui Borges tampil sangat efisien dan disiplin.
Sebaliknya, PSG kembali menerima pelajaran pahit bahwa dominasi statistik tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
Kekalahan ini membuat PSG turun ke peringkat kelima klasemen fase liga dengan 13 poin, jumlah yang sama dengan Sporting CP di bawahnya.
Persaingan menuju babak gugur pun semakin ketat, dan sang juara bertahan kini tak lagi berada di posisi aman.
Bagi Sporting, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan bukti bahwa mereka mampu menantang kekuatan besar Eropa.
Sementara bagi PSG, malam di Lisbon menjadi pengingat keras bahwa gelar juara bertahan tidak menjamin jalan mulus di Liga Champions.