Kue Pukis, Jajanan Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern

Kamis 22-01-2026,10:42 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Rhyca

Inovasi ini membuat kue pukis kembali diminati generasi muda yang akrab dengan tren kuliner modern.

BACA JUGA:Soto Kudus, Warisan Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

BACA JUGA:Nasi Megono, Kuliner Tradisional Pekalongan yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Pengamat kuliner tradisional, Budi Santosa, menilai inovasi menjadi kunci bertahannya jajanan pasar seperti kue pukis. “Makanan tradisional harus bisa beradaptasi.

Selama inovasi tidak menghilangkan identitas rasa aslinya, justru itu menjadi nilai tambah,” ujarnya. Menurutnya, kue pukis memiliki keunggulan dari segi rasa dan harga yang relatif terjangkau.

Harga kue pukis pun masih ramah di kantong. Di banyak tempat, satu buah kue pukis dijual dengan harga mulai dari Rp3.000 hingga Rp6.000, tergantung topping yang digunakan.

Hal ini menjadikan kue pukis sebagai camilan yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran.

Tak hanya dijual secara keliling atau di pasar tradisional, kue pukis kini juga hadir di kafe dan gerai modern.

Beberapa pelaku usaha kuliner bahkan mengemas kue pukis dengan tampilan yang lebih menarik agar cocok dijadikan oleh-oleh.

“Kami ingin mengangkat pukis ke level yang lebih modern tanpa menghilangkan rasa nostalgia,” kata Rina, pemilik usaha kue pukis kekinian di Bandung.

Selain rasanya yang lezat, kue pukis juga memiliki nilai nostalgia yang kuat.

Bagi banyak orang, kue ini mengingatkan pada masa kecil, jajanan sepulang sekolah, atau momen kebersamaan bersama keluarga.

“Setiap makan pukis, saya teringat ibu yang sering membelikan pukis di depan sekolah,” ujar Andi, seorang pembeli di Jakarta.

Dari sisi budaya, kue pukis merupakan bagian dari kekayaan kuliner Nusantara yang patut dilestarikan.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan sederhana, tetapi juga menjadi bukti bahwa jajanan tradisional mampu bersaing dengan makanan modern.

Pemerintah daerah di beberapa wilayah bahkan mulai memasukkan kue pukis dalam festival kuliner tradisional untuk menarik minat wisatawan.

Kategori :