Kia: 273 unit
Maxus: 192 unit
Volkswagen, Volvo, Seres, hingga Audi juga berada di bawah capaian Polytron
Meski secara pangsa pasar nasional masih di kisaran 0,0 persen, performa ini menunjukkan bahwa produk mobil listrik Polytron mendapat respons positif dari konsumen Indonesia, terutama di tengah ketatnya persaingan kendaraan listrik.
Dari Elektronik ke Otomotif, Langkah Strategis Polytron
Masuknya Polytron ke industri otomotif bukan langkah instan.
Sebelumnya, Polytron telah lebih dulu membangun ekosistem kendaraan listrik lewat motor listrik Polytron Fox Series.
Pada tahun 2025, perusahaan ini resmi memperluas portofolionya dengan meluncurkan mobil listrik Polytron G3 dan G3+.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Polytron untuk bertransformasi dari produsen elektronik menjadi pemain teknologi mobilitas, sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan di Indonesia.
Polytron G3 dan G3+, Andalan Tunggal yang Efektif
Untuk pasar domestik, Polytron saat ini mengandalkan dua varian dari satu model utama, yakni Polytron G3 dan Polytron G3+.
Keduanya dirakit secara lokal di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat, memperkuat statusnya sebagai produk rakitan dalam negeri.
Mobil listrik pertama Polytron ini merupakan hasil kerja sama dengan Skyworth K EV, yang menjadi basis pengembangan produknya.
Dimensi Besar, Kabin Luas, dan Bagasi Jumbo
Secara dimensi, Polytron G3 tergolong SUV listrik berukuran bongsor, dengan spesifikasi sebagai berikut:
Panjang: 4.720 mm