Dinkes OKU Sediakan Bubuk Abate Cegah Penyebaran DBD

Jumat 30-01-2026,14:53 WIB
Reporter : Eco
Editor : Dahlia

BATURAJA, PALPOS.CO - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyediakan bubuk Abate di seluruh Puskesmas di daerah itu untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Saat ini 18 Puskesmas yang ada di OKU menyediakan bubuk Abate untuk mencegah penyebaran DBD," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) OKU, Andi Prapto, Jumat (30/1).

Dia mengatakan, bubuk Abate disediakan untuk diberikan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dia mengatakan, Abate sangat efektif dalam memberantas larva nyamuk demam berdarah karena mengandung temefos atau pestisida yang dapat mengendalikan populasi nyamuk dan serangga, dengan mempersingkat siklus perkembangan larva. 

BACA JUGA:Unit Res PPA dan PPO Resmi Dibentuk

BACA JUGA:Dinas Pertanian OKU Siapkan 1.000 Dosis Vaksin Cegah Penyebaran PMK

Penggunaan temefos ini tidak mencemari lingkungan karena zat kimia tersebut sudah terjamin keamanannya bagi manusia atau pun hewan di sekitarnya.

Cara penggunaannya sendiri dicampur pada air yang menggenang, seperti bak mandi, tempayan, kolam ikan, dan tempat nyamuk berkembang biak lainnya.

Saat bubuk ditaburkan pada sejumlah tempat tersebut, cairan abate bekerja dengan membunuh larva nyamuk, serta mencegahnya berkembang biak menjadi nyamuk dewasa yang nantinya menjadi perantara penyakit.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan abate silahkan datang ke puskesmas terdekat," ujarnya.

BACA JUGA:Iklan Rokok Dipasang Dekat Sekolah, Warga Nilai Langgar Aturan

BACA JUGA:Curi Besi Rel Kereta Api, Dua Warga OKU Diringkus Polisi

Selain menggunakan Abate, lanjut dia, masyarakat kembali diingatkan untuk tetap menerapkan pola 3M karena masih menjadi cara yang paling ampuh agar terhindar dari DBD.

Sementara, berdasarkan data sepanjang tahun 2025 pihaknya mencatat angka penyebaran DBD di Kabupaten OKU mencapai 175 kasus.

Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yaitu menembus angka sebanyak 412 kasus, namun tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat DBD.

Kategori :