Gol kebangkitan Chelsea lahir pada menit ke-57. Joao Pedro, yang baru masuk di awal babak kedua, mencetak gol lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan silang akurat dari Fofana.
BACA JUGA:Hasil Europa League: Lille Tekuk Freiburg 1-0 dan Lolos ke Playoff.
BACA JUGA:Hasil AFC Futsal Asian Cup: Timnas Futsal Indonesia Lolos 8 Besar, Usai Tumbangkan Kyrgyzstan 5-3.
Stamford Bridge kembali hidup, dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu tuan rumah.
Tekanan tanpa henti akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan pada menit ke-70.
Marc Cucurella mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan di tengah kemelut kotak penalti, memanfaatkan situasi bola mati. Skor berubah menjadi 2-2, dan Chelsea semakin percaya diri mengejar kemenangan.
West Ham sempat mendapat peluang emas untuk kembali unggul ketika sundulan Jean-Clair Todibo membentur tiang pada menit ke-86.
Namun kegagalan itu harus dibayar mahal. Pada masa injury time, Joao Pedro kembali menjadi aktor utama dengan mengirim assist matang yang diselesaikan Enzo Fernandez pada menit ke-90+2, memastikan comeback sempurna Chelsea.
Drama belum berakhir. Todibo diganjar kartu merah setelah insiden di menit-menit akhir, menutup laga dengan tensi tinggi. Peluit panjang wasit menandai kemenangan dramatis Chelsea dengan skor 3-2.
Hasil ini membawa Chelsea naik ke posisi keempat klasemen sementara Premier League, memperkuat posisi mereka di zona Liga Champions.
Sebaliknya, West Ham harus menelan pil pahit setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan tetap tertahan di papan tengah.
Laga ini akan dikenang bukan hanya sebagai Derby London penuh emosi, tetapi juga sebagai bukti keberanian dan kecerdikan taktik Liam Rosenior dalam mengubah arah pertandingan.