BISNIS,PALPOS.CO - Usaha ternak lele saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang cukup diminati masyarakat, karena dinilai mudah dijalankan dan memiliki pasar yang luas.
Namun, di balik peluang tersebut, tidak sedikit peternak pemula yang harus menelan kegagalan bahkan kerugian akibat kurangnya persiapan dan minimnya pengetahuan teknis.
Memulai usaha ternak lele memang membutuhkan keberanian. Akan tetapi, keberanian saja tidak cukup.
Tanpa dibarengi dengan ilmu, perhitungan modal, serta manajemen budidaya yang baik, usaha ternak lele justru berpotensi gagal di tengah jalan.
BACA JUGA:Budidaya Ikan Lele dalam Galon Bekas: Inovasi Skala Rumahan yang Murah dan Menjanjikan
BACA JUGA:Harga Emas Terus Terpukul, Logam Mulia Kembali Terjerembab Setelah “Jatuh Pingsan” di Akhir Pekan
Dikutip dari kanal YouTube Ternak Ikan, terdapat 7 kesalahan umum yang sering dilakukan oleh pemula dalam usaha ternak lele.
Kesalahan-kesalahan ini kerap menjadi penyebab utama kegagalan panen. Berikut ulasan lengkapnya:
1. Tidak Menyiapkan Modal Budidaya Secara Penuh
Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah tidak menyiapkan modal secara menyeluruh hingga masa panen.
Banyak pemula hanya menghitung biaya pembuatan kolam dan pembelian bibit, tanpa memperhitungkan kebutuhan pakan selama proses pembesaran.
Biasanya pakan hanya disiapkan untuk fase awal. Ketika lele mulai besar dan kebutuhan pakan meningkat, modal justru sudah habis.
Akibatnya, peternak menjadi kebingungan dan terpaksa mengambil dua pilihan sulit, yakni menjual lele sebelum waktunya dengan harga murah atau memberikan pakan alternatif yang belum tentu sesuai.