“Masyarakat, terutama yang tinggal di pinggiran sungai, harus meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA:Pengelolaan Pasar Pagi Eks Polsek Disorot, Komisi II Tekankan Legalitas dan Perizinan
BACA JUGA:Dekranasda Prabumulih Gelar Pelatihan Batik Cap Motif Nanas, Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif
Amankan barang-barang berharga, dokumen penting, dan peralatan rumah tangga agar tidak rusak atau hanyut terbawa arus,” ujar Suherli Berlian, Kamis, 5 Februari 2026.
Tak hanya itu, Suherli juga mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman penyakit pascabanjir. Menurutnya, kebersihan lingkungan harus tetap dijaga meski dalam kondisi sulit, agar tidak menimbulkan masalah kesehatan baru bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Suherli Berlian yang akrab disapa Calik ini menyarankan agar warga tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila ketinggian air terus meningkat.
Terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, ia menilai langkah mengungsi merupakan pilihan terbaik demi keselamatan.
“Apabila air sudah mulai naik ke permukaan sungai dan kian tinggi, lansia dan anak-anak sebaiknya mencari tempat yang lebih aman. Jangan menunggu kondisi semakin parah,” tegasnya.
Calik juga meminta agar masyarakat selalu berkoordinasi dengan pihak kelurahan, kecamatan, serta aparat terkait jika membutuhkan bantuan evakuasi maupun logistik.
Ia berharap sinergi antara warga dan pemerintah dapat meminimalkan dampak banjir yang terjadi.
Selain imbauan kepada masyarakat, Suherli Berlian menegaskan bahwa Pemerintah Kota Prabumulih harus menjadikan penanganan banjir sebagai prioritas utama.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana alam, termasuk banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Prabumulih.
Ia meminta agar dinas-dinas terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta instansi teknis lainnya, segera melakukan tindakan cepat dan terkoordinasi.
Mulai dari pendataan wilayah terdampak, penyaluran bantuan, hingga penyediaan posko kesehatan bagi warga.
“Pemerintah harus hadir dan bertindak cepat. Penanganan banjir harus menjadi prioritas utama, bukan hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam upaya pencegahan ke depan,” ujarnya.
Calik juga menyoroti pentingnya langkah jangka panjang dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Prabumulih.