PALPOS.CO - Rendang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia yang paling berpengaruh di dunia.
Hidangan khas Minangkabau ini bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga simbol budaya, identitas, dan filosofi hidup masyarakat Sumatra Barat yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun.
Berbahan dasar daging sapi yang dimasak perlahan bersama santan dan aneka rempah seperti lengkuas, serai, bawang, cabai, dan daun kunyit, rendang dikenal karena cita rasanya yang kaya dan kompleks.
Proses memasaknya yang memakan waktu berjam-jam membuat rendang memiliki tekstur khas dan daya simpan yang lama, menjadikannya makanan yang cocok untuk perjalanan jauh dan berbagai acara adat.
BACA JUGA:Resep Börek, Pastry Khas Turki yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
BACA JUGA:Saus Black Pepper Rumahan, Rahasia Rasa Gurih Pedas yang Bikin Masakan Naik Kelas
Menurut budayawan Minangkabau, rendang tidak hanya hadir sebagai hidangan, tetapi juga sebagai simbol nilai-nilai sosial.
Empat unsur utama dalam rendang—daging, santan, cabai, dan bumbu—melambangkan pemimpin adat, kaum intelektual, ulama, dan masyarakat.
Filosofi ini menjadikan rendang bukan sekadar sajian kuliner, melainkan representasi harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Popularitas rendang di tingkat internasional terus meningkat sejak dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia oleh berbagai media internasional.
BACA JUGA:Resep Bolu Kukus Satu Telur Anti Gagal
BACA JUGA:Lobster Saus Padang, Perpaduan Rasa Pedas Gurih yang Kian Digemari Pecinta Kuliner
Penobatan tersebut mendorong meningkatnya minat wisatawan asing terhadap kuliner Indonesia, khususnya masakan Padang.
Restoran-restoran Padang kini mudah ditemukan di berbagai negara, mulai dari Asia Tenggara, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Namun, di balik ketenarannya, rendang juga menghadapi tantangan. Globalisasi dan modernisasi memunculkan berbagai versi rendang instan dan rendang cepat saji yang dinilai sebagian kalangan mengurangi keaslian rasa dan proses tradisionalnya.