PALPOS.CO - Udang bakar madu menjadi salah satu sajian kuliner yang semakin populer di berbagai daerah Indonesia.
Perpaduan rasa manis alami dari madu dengan gurihnya udang segar menciptakan cita rasa khas yang mampu menarik perhatian para pecinta kuliner.
Hidangan ini tak hanya banyak dijumpai di restoran seafood, tetapi juga mulai meramaikan festival kuliner, warung makan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai kota.
Popularitas udang bakar madu tidak lepas dari tren masyarakat yang semakin menyukai makanan dengan kombinasi rasa unik namun tetap akrab di lidah.
BACA JUGA:Rendang, Warisan Kuliner Nusantara yang Mendunia dan Terus Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
BACA JUGA:Resep Börek, Pastry Khas Turki yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
Proses pembakaran memberikan aroma smoky yang menggugah selera, sementara madu berfungsi sebagai bahan marinasi utama yang membuat tekstur udang menjadi lebih juicy dan lembut.
Saat dibakar, madu akan sedikit mengaramel dan menghasilkan lapisan mengkilap yang menambah daya tarik visual hidangan ini.
Menurut beberapa pelaku usaha kuliner, permintaan terhadap menu udang bakar madu meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Banyak pelanggan yang awalnya penasaran, lalu kembali lagi karena rasanya nagih,” ujar Rina, pemilik rumah makan seafood di kawasan pesisir Jawa Tengah.
BACA JUGA:Saus Black Pepper Rumahan, Rahasia Rasa Gurih Pedas yang Bikin Masakan Naik Kelas
BACA JUGA:Resep Bolu Kukus Satu Telur Anti Gagal
Ia menambahkan bahwa udang bakar madu sering menjadi menu andalan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.
Bahan utama udang bakar madu adalah udang segar berukuran sedang hingga besar. Udang biasanya dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dimarinasi dengan campuran madu, bawang putih, kecap manis, mentega, dan aneka bumbu pilihan.
Beberapa resep juga menambahkan perasan jeruk nipis atau lemon untuk memberikan sentuhan asam yang seimbang dengan rasa manis madu.