Umat Islam dapat membaca Surah Al-Fatihah, Yasin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta doa-doa untuk orang yang telah meninggal.
Salah satu doa untuk ahli kubur:
Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu.
Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan dan maafkanlah dia.
4. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan
Dalam sunah dijelaskan agar menjaga adab di area pemakaman, tidak duduk atau menginjak kuburan.
5. Tidak Berlebihan
Ziarah dilakukan dengan khusyuk dan sederhana, tanpa meratap berlebihan atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.
Momentum Introspeksi dan Penguat Iman
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan.
Ia menjadi momen refleksi diri, pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, serta penguat hubungan spiritual antara yang hidup dan yang telah tiada melalui doa.
Di tengah modernisasi dan kesibukan zaman, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Muslim Indonesia.
Selain mempererat ikatan keluarga, ziarah kubur juga menjadi pengingat bahwa setiap amal dan perbuatan selama hidup akan dipertanggungjawabkan kelak.
Dengan menjalankan ziarah sesuai sunah Rasulullah SAW, diharapkan tradisi ini tidak hanya menjadi budaya, tetapi juga bernilai ibadah yang mendatangkan keberkahan bagi yang hidup maupun yang telah wafat. (yat)