Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan dan Hari Raya, Ini Tatacara dan Doa yang Dibaca

Selasa 17-02-2026,20:09 WIB
Reporter : Yati
Editor : Dahlia

PALPOS.CO - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, serta saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat Muslim di Indonesia memiliki tradisi yang terus lestari dari generasi ke generasi, yakni ziarah kubur. 

Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, melainkan sarat makna spiritual dan pengingat akan hakikat kehidupan.

Pada momen tiga hari besar umat Islam tersebut, keluarga biasanya mendatangi makam orang tua, anak, maupun sanak saudara yang telah lebih dahulu meninggal dunia.

Mereka membersihkan makam, menyiram air, serta memanjatkan doa untuk ahli kubur.

BACA JUGA:Bisnis Haramnya Tercium Aparat Kepolisian, Ucok Calon Bakal Lebaran di Bui

BACA JUGA:Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APAR di Muratara Segera Diadili

Tradisi yang Sarat Makna

Ziarah kubur dilakukan sebagai bentuk bakti dan doa kepada keluarga yang telah wafat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana muhasabah diri, mengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, Ziarah kubur sempat dilarang oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.

BACA JUGA:PDAM Tirta Bukit Sulap Krisis Kepercayaan, Wali Kota Lubuklinggau Akui Layanan Sempat “Hilang”

BACA JUGA:Dua Tersangka Dugaan Korupsi APAR Resmi Diserahkan ke JPU

Karena pada masa Jahiliya, Rassullah khawatir ziarah kubur justru menjadi sarana untuk menyekuyukan Allah SWT.

Namun seiring waktu, setelah iman orang-orang dimassa itu telah kuat Rassullah memperbolehkan bahkan dianjurkan, karena dapat mengingatkan umat pada kematian dan kehidupan akhirat. 

Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah kubur dapat melembutkan hati dan mengingatkan pada kematian.

Kategori :