PALPOS.CO - Industri Media Hadapi Double Squeeze: Ancaman Zero Click dan Crawler AI Makin Nyata.
Industri media siber Indonesia tengah berada dalam tekanan ganda atau double squeeze akibat perubahan drastis lanskap digital dalam setahun terakhir.
Dua fenomena besar—zero click akibat kecerdasan buatan generatif dan masifnya aktivitas crawler AI—dinilai semakin menggerus keberlanjutan bisnis media, sekaligus mengancam ekosistem jurnalisme berkualitas.
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, menegaskan bahwa kondisi ini menempatkan media di persimpangan penting antara bertahan atau bertransformasi.
BACA JUGA:Begonia dan Dieffenbachia, Tanaman Hias Cantik yang Tumbuh Subur di Media Air
BACA JUGA:Sirih Gading, Tanaman Hias Cantik yang Mudah Ditanam di Media Air
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian diskusi bertajuk Navigating AI in Newsrooms: Research Insights and Media Business Sustainability yang digelar di Jakarta.
Fenomena Zero Click dan Anjloknya Trafik Media
Fenomena pertama yang menekan industri media adalah masifnya adopsi generative AI tools, termasuk kehadiran ChatGPT, serta fitur AI Overview di mesin pencari.
Inovasi ini memungkinkan pengguna memperoleh ringkasan informasi langsung di halaman hasil pencarian tanpa harus mengklik tautan berita.
Dampaknya, trafik organik ke situs media mengalami penurunan signifikan.
BACA JUGA:Disaat Anggaran Media Dipangkas, Dana Hibah 9 Parpol di OKI Tetap Rp1,3 Miliar
Wahyu menyebut, berdasarkan pengamatan internal dan diskusi dengan anggota AMSI, banyak media kehilangan lebih dari 50 persen trafik pencarian organik.
Kondisi ini berimplikasi langsung pada pendapatan iklan digital yang selama ini masih menjadi tulang punggung bisnis media daring.
“Media tetap memproduksi konten jurnalistik berkualitas dengan biaya tinggi, tetapi audiens tidak lagi datang ke website. Ini tantangan serius bagi model bisnis media,” ujar Wahyu.