PALPOS.CO - Kerang dara, salah satu hidangan laut yang populer di pesisir Indonesia, semakin digemari karena olahan bakarnya yang menggugah selera.
Tidak hanya menawarkan rasa gurih dan manis alami dari kerang itu sendiri, kerang dara bakar juga menghadirkan aroma asap yang khas, membuat siapa pun yang mencium baunya sulit menolak untuk mencicipinya.
Kerang dara (meretrix meretrix), dikenal sebagai kerang berukuran kecil hingga sedang, memiliki daging yang lembut dan kaya akan protein.
Di berbagai daerah pesisir Indonesia, kerang ini sering dijadikan bahan masakan sederhana maupun hidangan kuliner premium.
BACA JUGA:Soto Daging Sapi Kuah Kuning, Kuliner Nusantara yang Tak Lekang oleh Waktu
BACA JUGA:Oseng Tempe Cabe Ijo, Hidangan Sederhana yang Tetap Jadi Favorit di Meja Makan
Salah satu cara paling populer untuk menikmati kerang dara adalah melalui proses pembakaran.
Teknik ini tidak hanya mempertahankan rasa alami kerang, tetapi juga menambahkan dimensi aroma yang membuat makanannya lebih lezat.
Menurut pengusaha kuliner di kawasan pesisir, seperti di Pantai Kenjeran, Surabaya, teknik bakar kerang dara relatif mudah, namun membutuhkan ketelitian agar dagingnya tidak terlalu keras atau gosong.
“Kami membersihkan kerang dengan air mengalir hingga bersih dari pasir, lalu melumuri dengan bumbu sederhana—biasanya bawang putih, sedikit garam, dan minyak kelapa—sebelum dibakar di atas arang panas,” jelas Ibu Rina, pemilik warung seafood.
BACA JUGA:Tumis Kol Pedas Jadi Favorit Menu Rumahan, Sederhana namun Menggugah Selera
BACA JUGA:Bakwan Tahu Jadi Camilan Favorit Masyarakat, Murah Meriah dan Kaya Rasa
Proses pembakaran biasanya memakan waktu antara 5–10 menit, tergantung besar kecilnya kerang.
Selama dibakar, daging kerang akan mengerut sedikit, tetapi tetap mempertahankan kelembutan aslinya.
Aroma asap arang berpadu dengan bumbu yang menempel pada cangkang menciptakan sensasi makan yang khas.