Pastikan rute yang dipilih memiliki akses ke Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Saat ini, jaringan SPKLU di Indonesia terus berkembang dan banyak tersedia di rest area jalan tol, pusat perbelanjaan, hingga area publik lainnya.
Beberapa operator seperti PLN juga telah memperluas jaringan pengisian kendaraan listrik di berbagai kota besar dan jalur mudik.
Sebelum berangkat, gunakan aplikasi navigasi atau aplikasi khusus kendaraan listrik untuk melihat lokasi SPKLU yang tersedia di sepanjang perjalanan.
2. Pastikan Baterai Terisi Penuh Sebelum Berangkat
Tips berikutnya yang tidak kalah penting adalah memastikan baterai mobil dalam kondisi penuh sebelum memulai perjalanan.
Mengisi daya hingga 100 persen akan memberikan jarak tempuh maksimal sehingga pengemudi memiliki ruang lebih luas sebelum harus melakukan pengisian ulang di perjalanan.
Sebagai contoh, beberapa mobil listrik modern seperti Hyundai Ioniq 5 atau BYD Atto 3 mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian penuh, tergantung kondisi jalan dan gaya berkendara.
Dengan baterai penuh sejak awal perjalanan, risiko kehabisan daya di tengah perjalanan bisa diminimalkan.
3. Gunakan Mode Berkendara Hemat Energi
Sebagian besar mobil listrik modern memiliki fitur Eco Mode atau mode hemat energi yang membantu mengoptimalkan konsumsi listrik.
Mode ini biasanya mengatur respons pedal akselerator, sistem pendingin, hingga manajemen tenaga agar penggunaan baterai lebih efisien.
Saat perjalanan jauh seperti mudik Lebaran, penggunaan mode hemat energi sangat dianjurkan karena dapat memperpanjang jarak tempuh kendaraan.
Selain itu, berkendara dengan kecepatan stabil dan menghindari akselerasi mendadak juga membantu menghemat daya baterai.
4. Manfaatkan Fitur Regenerative Braking
Mobil listrik memiliki teknologi regenerative braking, yaitu sistem pengereman yang mampu mengubah energi kinetik menjadi energi listrik dan mengembalikannya ke baterai.