Fitur ini sangat berguna terutama saat perjalanan melewati jalan menurun atau kondisi lalu lintas padat seperti saat mudik Lebaran.
Dengan memanfaatkan regenerative braking secara optimal, pengemudi bisa mendapatkan tambahan jarak tempuh dari energi yang sebelumnya terbuang.
5. Hindari Menggunakan Fitur yang Menguras Baterai Berlebihan
Fitur kenyamanan seperti pendingin kabin, pemanas kursi, hingga sistem hiburan memang membuat perjalanan semakin menyenangkan.
Namun penggunaan fitur tersebut secara berlebihan bisa mempengaruhi konsumsi daya baterai.
Saat melakukan perjalanan jauh, sebaiknya gunakan fitur kendaraan secara bijak agar daya baterai tetap efisien.
Misalnya dengan mengatur suhu AC pada tingkat yang wajar dan mematikan fitur yang tidak terlalu diperlukan.
6. Istirahat Sekaligus Mengisi Daya di Rest Area
Saat melakukan perjalanan mudik jarak jauh, pengemudi dianjurkan untuk beristirahat setiap beberapa jam.
Hal ini tidak hanya penting untuk menjaga kondisi fisik pengemudi tetap prima, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengisi ulang baterai kendaraan.
Banyak rest area di jalan tol Indonesia kini sudah dilengkapi SPKLU dengan fasilitas fast charging yang memungkinkan pengisian baterai lebih cepat.
Biasanya, pengisian daya cepat dapat mengisi baterai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 40 menit, tergantung spesifikasi kendaraan.
7. Periksa Kondisi Mobil Sebelum Perjalanan
Meskipun mobil listrik memiliki sistem mekanis yang lebih sederhana dibanding mobil konvensional, pemeriksaan kendaraan tetap penting dilakukan sebelum perjalanan jauh.
Beberapa komponen yang perlu diperiksa antara lain:
Kondisi baterai