Gubernur Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel

Jumat 13-03-2026,11:10 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Dahlia

Berdasarkan data Pertamina, stok BBM dan LPG nasional masih mencukupi sehingga masyarakat diimbau membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.

BACA JUGA:Sumsel Maju Berekonomi Syariah, Dorong Literasi Keuangan Syariah bersama UMKM Muslimah

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Apresiasi Kemajuan Prabumulih dan Dorong Rumah Sakit Penyangga Wilayah

Lebih lanjut disampaikan bahwa perayaan Idulfitri merupakan agenda nasional penting yang mampu mendorong perputaran ekonomi secara signifikan di berbagai daerah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang, atau turun sekitar 1,75 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.

Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan realisasi pergerakan masyarakat, terutama dengan adanya berbagai stimulus kebijakan seperti diskon tarif tol, potongan harga tiket transportasi umum, serta kebijakan work from anywhere.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri serta libur Lebaran, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret 2026 dan 18–19 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026.

Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan (Pos Pam), 779 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 343 Pos Terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat.

Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.607 objek vital, termasuk masjid, lokasi salat Idulfitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, serta bandara.

Untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat, pemerintah telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pengaturan lalu lintas selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran 2026/1447 H.

Kebijakan tersebut mencakup pembatasan operasional angkutan barang, penerapan sistem one way, contra flow, serta ganjil-genap, penundaan proyek konstruksi, pengaturan penyeberangan laut, hingga pengalihfungsian sementara jembatan timbang sebagai tempat istirahat bagi pengguna jalan.

Kapolri juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok penting serta BBM.

Selain itu, aparat diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar, dan konflik antar kelompok melalui patroli rutin di titik-titik rawan.

Personel juga diminta mendata rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi cuaca saat arus mudik Lebaran diperkirakan berawan hingga hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

Kategori :