Namun, setelah korban berhasil direkrut, mereka sering diberangkatkan tanpa dokumen resmi dan dipaksa bekerja di tempat yang tidak layak.
BACA JUGA:Viral Penusukan di Prabumulih, Pelaku Emosi Saat Kemacetan hingga Serang Korban dengan Sajam
“Korban sering mengalami tekanan, intimidasi, bahkan penyiksaan. Tidak sedikit yang akhirnya terjebak dan sulit kembali ke Indonesia karena berada dalam jaringan ilegal,” bebernya.
Sebagai upaya pencegahan TPPO di Kota Prabumulih, Disnaker menekankan pentingnya masyarakat memastikan seluruh proses bekerja ke luar negeri dilakukan melalui jalur resmi.
Salah satunya melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta lembaga ketenagakerjaan yang memiliki izin dan legalitas yang jelas.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih aktif dalam melaporkan jika menemukan indikasi praktik perdagangan orang di lingkungan sekitar.
Peran keluarga dan masyarakat dinilai sangat penting dalam mencegah semakin banyaknya korban.
“Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan. Kesadaran bersama menjadi kunci utama dalam melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan dari ancaman TPPO,” tegasnya.
Sanjay juga menambahkan, Disnaker Kota Prabumulih telah menyediakan layanan konsultasi dan informasi bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri.
Layanan ini bertujuan untuk memberikan edukasi sekaligus memastikan warga menempuh jalur yang aman, legal, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi lengkap terkait persyaratan, proses penempatan kerja, hingga perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap kasus TPPO di Kota Prabumulih dapat ditekan secara signifikan.
Edukasi yang berkelanjutan juga diharapkan mampu melindungi masyarakat dari jebakan sindikat ilegal yang kerap memanfaatkan kondisi ekonomi dengan iming-iming yang menggiurkan.
Pemkot Prabumulih pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja instan tanpa kejelasan.
Langkah preventif ini dinilai sangat penting demi melindungi generasi muda dan masyarakat luas dari ancaman perdagangan orang yang semakin kompleks. (abu)