BISNIS, PALPOS.CO - Industri perbankan nasional meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) di tengah meningkatnya risiko global, dipicu eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.
Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat. BACA JUGA:Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Pemberdayaan BRI “Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” ujar Hery. Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. Beberapa langkah tersebut di antaranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit. BACA JUGA:BRI Konsisten Dukung Program Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026 Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik dan manufaktur. Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR) serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto. “Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tambahnya. BACA JUGA:Lewat Pameran BRI, Pengusaha Muda Asal Bali Pasarkan Fashion dengan Sentuhan Digital Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah.*Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
Jumat 27-03-2026,19:28 WIB
Reporter : Rhyca
Editor : Zen Bae
Tags : #stabilitas sistem keuangan
#risiko geopolitik global
#prudential measures
#perbankan nasional
#kebijakan perbankan indonesia
Kategori :
Terkait
Jumat 27-03-2026,19:28 WIB
Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global
Minggu 15-01-2023,22:02 WIB
MAKI Sumsel : Pelaku Pinjol Mudah Ditelisik Lewat Medsos, Beri Sanksi Tegas!
Terpopuler
Rabu 21-10-2026,07:44 WIB
KMP Batumandi Terbakar di Selat Merak, Anggota DPRD Prabumulih Korban, Alami Patah Tulang Tumit
Rabu 21-10-2026,18:46 WIB
Dugaan Korupsi Perkim dan Disdik PALI, Lima Terdakwa Jalani Sidang Perdana, Kerugian Negara Rp904 Juta
Rabu 21-10-2026,11:55 WIB
Gugatan Aswandi terhadap Pemkab Muba Berlanjut, Pengacara Soroti Status dan Batas Tanah
Rabu 21-10-2026,10:50 WIB
Sosis Bakar, Jajanan Favorit yang Semakin Digemari Masyarakat
Terkini
Rabu 21-10-2026,21:40 WIB
Kapolres Lubuklinggau Turun ke Sekolah, Antisipasi Narkoba dan Tawuran Remaja
Rabu 21-10-2026,21:37 WIB
Jadi Bandar Judi Dadu Kuncang di Hajatan, Dua Pria Ditangkap Polisi
Rabu 21-10-2026,21:34 WIB
Warga Muratara Heboh, Ikan Pare Ditemukan di Sungai Rupit
Rabu 21-10-2026,21:24 WIB
Polres Prabumulih Gerebek Dua Lokasi Diduga Sarang Narkoba, 41 Paket Sabu Disita
Rabu 21-10-2026,21:16 WIB