Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru Evaluasi 10 Program Pokok PKK pada Rakon 2026

Kamis 02-04-2026,22:39 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

PALEMBANG, PALPOS.CO— Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Deru, memaparkan evaluasi 10 Program Pokok PKK dalam Rapat Konsultasi (Rakon) TP PKK Sumsel Tahun 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta, Kamis (2/4/2026).

Sebelum menyampaikan evaluasi masing-masing Kelompok Kerja (Pokja), Feby Deru mengimbau seluruh Ketua TP PKK kabupaten/kota agar terjun langsung ke lapangan guna mengetahui permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan terbatasnya kegiatan.

“Saya akan turun dan mengecek ke lapangan, apakah para pengurus TP PKK provinsi ini benar-benar melaksanakan tugasnya ke kabupaten/kota,” ujarnya.

BACA JUGA:Festival Jajanan Viral Jakarta Hadir di Palembang Indah Mall: Ratusan Menu Hits dari Berbagai Daerah

BACA JUGA:Polrestabes Palembang Ringkus Pengedar Narkoba di Gandus, Sabu dan Ekstasi Disita dari Dalam Helm

Dalam paparannya, Feby Deru menyoroti sejumlah hal pada Pokja II, di antaranya pentingnya pembinaan Rumah Cinta sebagai pilot project, masih lemahnya pemahaman administrasi dan papan data, serta belum meratanya kualitas dan kuantitas kapasitas kader.

Ia juga menekankan pentingnya fokus pada pendidikan serta sinergi lintas sektor.

Pada Pokja III, ia mengungkapkan bahwa seluruh kabupaten/kota telah terlibat dalam program unggulan, prioritas, dan rutin, namun pelaksanaannya belum optimal.

Keterbatasan alokasi anggaran dinilai menjadi salah satu hambatan utama, selain pergantian pengurus di tingkat kabupaten/kota.

BACA JUGA:Bandar Sabu Ruko Palembang Meninggal Dunia saat Melarikan Diri, Empat Tersangka Diamankan

BACA JUGA:Polisi Bongkar Sindikat Peretas Dana BOS SMAN 2 Prabumulih, Kerugian Capai Rp942 Juta

Untuk itu, diperlukan petunjuk teknis (juknis) dalam penyusunan profil yang komprehensif serta monitoring dan evaluasi (monev) yang konsisten.

Sementara itu, pada Pokja IV, Feby Deru menyoroti pelaksanaan program unggulan melalui pilot project yang belum tepat sasaran di beberapa daerah.

Ia menyebut masih adanya kabupaten/kota yang memilih lokus yang sudah baik, bukan berdasarkan prioritas permasalahan.

Kategori :