‎Wow, Talud Rp15 Miliar di OKUT Diduga Tak Sesuai Standar

Sabtu 04-04-2026,20:00 WIB
Reporter : Ardi
Editor : Bambang

MARTAPURA, PALPOS.CO – Proyek pembangunan talud penahan tebing dì pinggir sungai Desa Sabah Lioh, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur, menuai sorotan tajam dari warga. 

‎Proyek senilai sekitar Rp15 miliar yang diduga bersumber dari APBN melalui BNPB itu dinilai dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai standar konstruksi.

‎Talud dengan panjang kurang lebih 300 meter tersebut dìbangun sejak Januari hingga September 2025. Namun, kualitas bangunan kini dipertanyakan masyarakat setempat.

‎Salah satu warga, Hamid, mengungkapkan bahwa proses pemasangan batu pada talud tidak menggunakan metode yang semestinya. 

BACA JUGA:Kabur Saat Dipatroli, Bandar Sabu 47 Paket di OKU Timur Dibekuk Polisi

BACA JUGA:Penggerebekan Rumah Pesta Sabu di OKU Timur, Lima Tersangka Sekaligus Diringkus Bandar, Pembeli hingga Pemakai

‎Ia menyebut, susunan batu hanya disusun tanpa perekat semen yang memadai. Setelahnya baru ditampal dengan semen seadanya.

‎“Kalau soal kekuatan, kami anggap nol. Batu hanya dìtumpuk, setelah beberapa lapis baru dìberi semen,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

‎Ia juga menyoroti kondisi tiang cor yang dianggap rapuh akibat minimnya campuran semen dan pasir. Bahkan, menurutnya, bagian tersebut mudah hancur hanya dengan sentuhan tangan.

‎“Tiang cornya itu bisa rontok pakai tangan. Artinya campurannya tidak sesuai,” katanya.

BACA JUGA:Dua Hari Diburu Lintas Kabupaten, Tersangka Pembunuhan Perempuan di OKU Timur Tak Berkutik Dicegat Tim Gabunga

BACA JUGA:Polisi Gagalkan Aksi Dua Pria Berpistol Rakitan di Belitang

‎Lebih lanjut, Hamid menjelaskan bahwa bagian dalam talud dìduga tidak dìsemen. Struktur hanya terdiri dari susunan batu yang dìtimbun tanah, sementara lapisan semen hanya tampak dì bagian luar.

‎“Bagian dalamnya kosong tanpa semen, hanya batu dan tanah. Jadi terlihat rapi dì luar saja,” tegasnya.

‎Kondisi ini membuat warga merasa khawatir terhadap daya tahan talud, terutama saat menghadapi potensi longsor atau debit air tinggi.

Kategori :