Koordinasi Penanganan Longsor di Semende

Kamis 09-04-2026,16:18 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

MUARA ENIM, PALPOS.CO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bergerak cepat melakukan koordinasi dan penanganan darurat bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) dan Semende Darat Laut (SDL).

Plt Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra, menyampaikan bahwa kejadian longsor dipicu oleh perubahan vegetasi tanah serta tingginya intensitas hujan yang disertai kecepatan angin dalam beberapa hari terakhir.

"Curah hujan yang cukup tinggi disertai tekanan air dan kondisi tanah yang mengalami perubahan vegetasi menjadi faktor utama terjadinya longsor di wilayah Semende," ujar Rozieq, Kamis 9 April 2026.

Rozieq menjelaskan, peristiwa longsor pertama terjadi pada Senin (6/4/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di lima titik di Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut.

BACA JUGA:Motor Hilang di Parkir Samsat, YLKI Lahat: Bapenda Sumsel Wajib Bertanggung Jawab, Berpotensi Digugat PMH

BACA JUGA:Gagal Nyalip, Pengendara Motor Luka Berat Dilindas Truk

Selanjutnya, longsor juga terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 22.30 WIB di bahu jalan Desa Pelakat, Kecamatan Semende Darat Ulu.

Meski demikian, Rozieq memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini,"katanya.

BPBD Muara Enim bersama instansi terkait langsung melakukan sejumlah langkah penanganan.

Di antaranya penyaluran bantuan logistik kepada dua kepala keluarga terdampak di Desa Pulau Panggung, yakni warga Dusun I dan Dusun II.

BACA JUGA:Pemkab Muara Enim Siapkan Pembangunan RPH-RB

BACA JUGA:DPRD Dorong Pemkab Tingkatkan Keamanan Lewat Pemasangan CCTV

Selain itu, tim juga melakukan pengecekan pasca longsor di sejumlah titik, termasuk di Desa Pulau Panggung dan Desa Pelakat.

Dari hasil pengecekan di Desa Pelakat, ditemukan kerusakan pada bahu jalan dengan panjang sekitar 45 meter dan kedalaman longsor mencapai kurang lebih 50 meter.

"Untuk kerusakan infrastruktur, khususnya bahu jalan, diharapkan dapat segera ditangani melalui dukungan anggaran APBD maupun APBN," jelasnya.

Kategori :