Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencetak wirausaha muda melalui berbagai program strategis.
BACA JUGA:Pelaku Begal yang Sempat Viral di Palembang Tertangkap, Ini Dia Tampangnya
BACA JUGA:Sekda Palembang Aprizal Hasyim Dampingi Wamen Perdagangan RI Tinjau Pelaku UMKM di Kota Palembang
Salah satu target yang dicanangkan adalah menciptakan 100 ribu “Sultan Muda” sebagai penggerak ekonomi baru di daerah.
Sementara itu, Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Ia menyebutkan bahwa UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
“Kami ingin mendorong semakin banyak anak muda menjadi pelaku usaha, termasuk pemilik waralaba. Kementerian Perdagangan memiliki berbagai program untuk mendukung hal tersebut,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan program Kampus Preneur sebagai salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas generasi muda, sekaligus memanfaatkan bonus demografi Indonesia.
Di sisi lain, Wakil Rektor I Unsri, Rujito Agus Suwignyo, menegaskan pentingnya keberanian, inovasi, serta kemampuan adaptasi bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang terus berubah.
Menurutnya, Universitas Sriwijaya terus berupaya membangun ekosistem kewirausahaan melalui berbagai program, seperti inkubasi bisnis, pelatihan kewirausahaan, serta kolaborasi dengan dunia industri.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya siap menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
Dengan dukungan pemerintah dan dunia pendidikan, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam memperkuat perekonomian daerah maupun nasional.