Gubernur Herman Deru Tekankan Pencegahan Dini dan Kesamaan Persepsi Hadapi Karhutla 2026

Sabtu 25-04-2026,12:39 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Bambang

Sementara itu, Koordinator BMKG Provinsi Sumsel, Dr. Wandayantolis, S.Si., M.M., memaparkan bahwa musim kemarau tahun ini tidak hanya datang lebih awal, tetapi juga berpotensi memberikan dampak yang lebih signifikan.

BACA JUGA:Pemkot Palembang Kebut Atasi 11 Titik Banjir Prioritas

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Hadiri Rakerda APJI dan Siap Fasilitasi Legalitas Badan Hukum

“Mulai Mei kita sudah memasuki musim kemarau. Puncaknya akan sangat kering dengan curah hujan di bawah normal,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, diperparah oleh fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) pada semester kedua, yang menyebabkan massa uap air atau hujan tertarik ke arah Samudera Hindia dan Afrika, sehingga wilayah Indonesia cenderung mengalami kondisi kering.

“Saat ini, April masih merupakan puncak musim hujan, sehingga dalam sepekan terakhir curah hujan cukup tinggi. Namun, pada Mei hingga Juni kita mulai memasuki musim kemarau dengan peningkatan suhu udara,” jelasnya.

Wandayantolis menambahkan, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung sangat kering, bahkan hingga September curah hujan masih berada pada kategori rendah.

Sementara itu, Danrem 044/Gapo selaku Danops Karhutbunla Wilayah Sumsel, Brigjen TNI Khabib Mahfud, S.I.P., M.M., menjelaskan bahwa wilayah rawan karhutla tersebar di sejumlah kabupaten.

Ia menyinggung peningkatan hotspot signifikan yang pernah terjadi pada 2023 akibat fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang.

Saat ini, status siaga darurat telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumsel tertanggal 22 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan strategi penanganan karhutla yang dilakukan dalam tiga tahap, yakni mitigasi, penindakan, dan pemulihan.

Tahap mitigasi dilakukan melalui patroli terpadu, sosialisasi, serta pengaktifan posko di desa-desa rawan.

Tahap penindakan mencakup kesiapsiagaan pemadaman darat dan udara, termasuk pengecekan peralatan serta dukungan water bombing.

Sementara itu, tahap pemulihan difokuskan pada rehabilitasi lahan dan pengembalian fungsi ekosistem agar kembali produktif.

Melalui rapat koordinasi ini, ia berharap seluruh pihak dapat menyampaikan potensi permasalahan di wilayah masing-masing serta merumuskan langkah konkret dalam pencegahan karhutla secara terpadu dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A., Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, Danlanud SMH Kolonel PNB Zulfikri Arif Purba, S.Sos., M.S., perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumsel yang diwakili Plt Asisten Bidang Intelijen Agus Kelana, S.H., M.H., serta sejumlah pejabat tinggi lainnya dan Forkopimda kabupaten/kota se-Sumsel.

Kategori :