LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO - Aksi unjuk rasa yang digelar Forum Pemuda Pengawas Energi Daerah (FPPED) di depan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Lubuklinggau berlangsung unik sekaligus menyindir.
Massa aksi “menghadiahi” obat herbal masuk angin kepada jajaran pimpinan Fuel Terminal Lubuklinggau sebagai simbol kritik keras terhadap dugaan lemahnya pengawasan distribusi BBM subsidi.
Aksi ini dipicu terungkapnya kasus dugaan penyelewengan distribusi BBM subsidi yang sebelumnya berhasil dibongkar oleh Polda Sumatera Selatan.
Para demonstran menilai, jajaran pimpinan Fuel Terminal Lubuklinggau seolah “masuk angin” dalam merespons indikasi praktik mafia BBM yang disebut-sebut telah berlangsung lama.
BACA JUGA:Pemantauan di Parkiran RM Lubuk Linggau Ungkap Dua Kurir Jambi Bawa Sabu 89 Gram dan 19 Ekstasi
BACA JUGA:Penanganan Kasus Lamban, Kuasa Hukum Desak Polres Lubuklinggau Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti
Koordinator aksi FPPED, Nasrudin, menegaskan bahwa informasi yang mereka himpun menunjukkan praktik penyelewengan bukan kejadian baru.
“Kami mendapat informasi bahwa ini bukan hanya satu atau dua kali terjadi, tapi sudah berkali-kali bahkan bertahun-tahun,” ujarnya di sela aksi, pada Kamis 30 April 2026.
Menurutnya, terbongkarnya kasus tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya dugaan keterlibatan pihak internal.
Ia menyoroti alur distribusi BBM yang diduga menyimpang, di mana tujuan awal pengiriman disebut menuju Simpang Nangka, Kabupaten Rejang Lebong, namun justru berakhir di gudang BBM ilegal di wilayah Terawas, Kabupaten Musi Rawas.
BACA JUGA:Nekat Terjun Dari Lantai 2, Resedivis Curas Gagal Kabur
BACA JUGA:Niat Tebus HP, Pelajar Malah Ditipu dan Motor Digasak Tersangka
“Jalurnya saja sudah berbeda arah,” tegas Nasrudin.
Selain itu, massa juga menilai alasan kerusakan GPS armada pengangkut sebagai indikasi lemahnya sistem pengawasan.
Mereka mendesak agar pimpinan Fuel Terminal Lubuklinggau mundur serta menuntut penindakan tidak hanya menyasar sopir dan kernet.