“Pecat semua, jangan hanya sopir dan kernet saja. Aktor intelektualnya harus diungkap,” lanjutnya.
BACA JUGA:Mobil Tangki Pertamina Tertangkap di Gudang BBM Ilegal, Ini Penjelasan Pertamina !
Dalam aksinya, massa turut menyampaikan apresiasi kepada Polda Sumatera Selatan atas keberanian mengungkap dugaan praktik penimbunan dan pengoplosan BBM di gudang ilegal di Kecamatan Terawas, Kabupaten Musi Rawas.
Namun demikian, mereka mendesak transparansi penuh dari pihak Pertamina terkait proses penyelidikan internal dan sanksi terhadap oknum yang terlibat.
Massa bahkan mengancam akan melanjutkan aksi ke Polda Sumsel jika tuntutan mereka tidak direspons serius.
Sementara itu, Fuel Terminal Manager Lubuklinggau, Wawan Prabawa, menjelaskan bahwa kasus dugaan penyelewengan BBM tersebut saat ini telah ditangani oleh pihak kepolisian.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan distribusi setelah BBM dikirim ke SPBU menjadi tanggung jawab masing-masing SPBU.
Adapun dugaan keterlibatan internal Pertamina, menurutnya, merupakan kewenangan unit khusus di tingkat pusat.
Penjelasan tersebut belum mampu meredam kekecewaan massa. Mereka tetap menuntut adanya keterbukaan informasi serta langkah tegas terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan praktik mafia distribusi BBM subsidi.
Aksi ditutup dengan peringatan bahwa gelombang protes akan berlanjut jika tuntutan tidak segera ditindaklanjuti. (yat)