"Kami bersedia jual tanah dengan harga murah tapi kami diterima bekerja di perusahaan," ujar sumber.
BACA JUGA:BPS OKU Terapkan Standar Pelayanan Statistik Terpadu Tahun 2026
BACA JUGA:Jelang Idul Adha, Harga Ikan Gabus Giling di OKU Tembus Rp90 Ribu Perkg
Menurut sumber, seluruh peserta aksi unjuk rasa yang berjumlah 53 orang ini telah menjual harga tanahnya dengan murah kepada pihak perusahaan, PT AOC dengan perjanjian akan mendapatkan perkerjaan di PT AOC.
Namun faktanya sampai dengan sekarang belum terealisasi.
"Ya kalau saya memang pernah bekerja di pihak ketiga atau rekanan dari PT AOC, sekarang tidak lagi, makanya saya dan yang lain minta diterima juga sebagai pekerja, yang jelas kami ingin bekerja karena tanah kami sudah dibel murah oleh PT AOC," tegas sumber.
Sementara Direktur Utama PT AOC, Aman Subagio saat dikonfirmasi tidak dapat menjelaskan lebih jauh terkait aksi demo warga Desa Gunung Kuripan, melalui pesan WhatsApp.
Ia hanya meminta untuk menghubungi kaki tangannya di perusahaan, yakni Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT AOC, Muhammad Aditya Zulkarnain.
Namun sayangnya saat dihubungi ke selulernya, KTT PT AOC dimaksud tidak aktif. pesan WhatsApp juga centang satu. (len)