Selain itu, tren olahan jamur crispy juga berkembang di berbagai daerah lain. Di Flores, misalnya, pelaku UMKM mulai memanfaatkan jamur tiram lokal sebagai bahan utama produk crispy yang memiliki nilai jual tinggi.
BACA JUGA:Ikan Tongkol Suwir Kemangi Pedas Jadi Primadona Kuliner Rumahan
BACA JUGA:Ceker Mercon Cabe Ijo Jadi Primadona Kuliner Pedas, Digemari Berbagai Kalangan
Usaha tersebut berkembang pesat karena masyarakat mulai mencari makanan ringan yang unik dan praktis.
Jamur crispy geprek memiliki daya tarik tersendiri karena menawarkan rasa gurih, renyah, dan pedas dalam satu sajian.
Biasanya menu ini disajikan bersama nasi hangat, lalapan, dan sambal bawang. Tingkat kepedasan yang dapat disesuaikan menjadi salah satu alasan mengapa makanan ini digemari banyak orang.
Tidak hanya enak, jamur tiram juga dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.
Jamur mengandung protein nabati, serat, vitamin, serta rendah lemak sehingga cocok dijadikan alternatif makanan bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi daging.
Hal inilah yang membuat jamur crispy geprek semakin diminati oleh konsumen yang mulai peduli terhadap pola makan sehat.
Menurut sejumlah pelaku usaha, modal untuk memulai bisnis jamur crispy geprek relatif terjangkau.
Bahan baku mudah ditemukan dan proses pembuatannya tidak terlalu rumit. Dengan kreativitas dalam penyajian dan pemasaran, usaha ini dinilai memiliki peluang keuntungan yang cukup menjanjikan.
Di berbagai kota, warung jamur crispy geprek kini mulai bermunculan dengan konsep modern dan harga yang ramah di kantong pelajar maupun mahasiswa.
Harga satu porsi biasanya dijual mulai dari Rp10 ribu hingga Rp20 ribu tergantung topping dan tingkat kepedasan yang dipilih pelanggan.
Fenomena kuliner crispy memang tengah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
Bahkan sejumlah laporan menyebutkan bahwa pertumbuhan industri makanan dan minuman terus meningkat karena pengaruh tren kuliner viral di media sosial.
Produk makanan yang unik, praktis, dan mudah dipasarkan secara digital menjadi faktor utama berkembangnya usaha kuliner kekinian.