PALPOS.CO - Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kuliner terus menghadirkan inovasi makanan yang unik dan menarik perhatian masyarakat.
Salah satu makanan yang berhasil mencuri perhatian pecinta kuliner adalah croffle. Hidangan ini merupakan perpaduan antara croissant dan waffle yang menghasilkan tekstur renyah di luar namun tetap lembut di dalam.
Popularitas croffle tidak hanya berkembang di negara asalnya, tetapi juga menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia.
Croffle pertama kali populer di Korea Selatan dan dengan cepat menjadi tren di media sosial.
BACA JUGA:Mie Bangladesh Kian Populer di Indonesia, dari Kuliner Jalanan hingga Tren Media Sosial
BACA JUGA:Ikan Nila Saus Asam Manis Jadi Primadona Kuliner Rumahan
Banyak orang tertarik mencoba makanan ini karena tampilannya yang menggugah selera serta variasi topping yang beragam.
Nama “croffle” sendiri berasal dari gabungan kata “croissant” dan “waffle”. Adonan croissant yang biasanya dipanggang di oven kini dimasak menggunakan alat waffle maker sehingga menghasilkan bentuk khas waffle dengan lapisan yang bertekstur renyah.
Popularitas croffle meningkat pesat sejak banyak kafe dan restoran mulai memasukkannya ke dalam menu andalan mereka.
Tidak sedikit pelaku usaha kuliner yang menjadikan croffle sebagai peluang bisnis karena proses pembuatannya relatif mudah namun memiliki nilai jual tinggi.
BACA JUGA:Tumis Labu Siam, Menu Sederhana yang Kian Digemari Masyarakat
BACA JUGA:Sambal Remis, Kuliner Pesisir yang Kian Digemari Masyarakat
Selain itu, tampilannya yang estetik membuat croffle sangat cocok dipromosikan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Di Indonesia, croffle mulai dikenal luas sekitar tahun 2021. Saat itu, banyak influencer kuliner dan food blogger membagikan pengalaman mereka mencicipi croffle di berbagai kafe.
Antusiasme masyarakat pun meningkat karena croffle dianggap sebagai camilan modern yang cocok dinikmati kapan saja.