FKM Unsri Hadirkan Pakar UKM Bahas Risiko Logam Berat, Pestisida dan Mikroplastik
Dekan FKM Unsri, Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M menyerahkan cendera mata kepada Prof. Dr. Ahmad Rohi Ghazali dari UKM dalam kuliah tamu internasional, di Gedung Djuaini Mukti, Unsri, Palembang, Rabu (29/7/2026).--ist
PALEMBANG, PALPOS.CO - Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Sriwijaya (Unsri) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertajuk “Environmental and Occupational Toxicology: Heavy Metals and Pesticides in Agriculture”, Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Djuaini Mukti, Unsri, Palembang, menghadirkan Prof. Dr. Ahmad Rohi Ghazali dari Faculty of Health Sciences, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), sebagai narasumber.
Kuliah tamu ini merupakan bagian dari implementasi Program EQUITY Unsri melalui skema visiting professor yang diketuai oleh Dr. Novrikasari, S.K.M., M.Kes.
Kegiatan diikuti mahasiswa program sarjana, magister, dan doktor serta dimoderatori oleh Poppy Fujianti, S.K.M., M.Sc.
Dekan FKM Unsri, Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, S.K.M., M.K.M., dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari agenda visiting professor pada hari sebelumnya.
Pada agenda tersebut, Prof. Rohi memberikan coaching clinic kepada dosen dan mahasiswa pasca sarjana, untuk mendukung penulisan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan mendorong peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi.
“Kuliah tamu pada hari kedua ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam konsep serta penerapan toksikologi dalam kesehatan masyarakat,” kata Prof. Hamzah.
Dalam pemaparannya, Prof. Rohi mengawali materi dengan prinsip dasar hubungan antara dosis dan respons.
“All things are poison. Dose determines the poison,” tegasnya. Menurutnya, suatu bahan tidak cukup dinilai hanya dari keberadaan bahayanya.
Tingkat risiko juga dipengaruhi oleh besarnya dosis, frekuensi dan lamanya paparan, jalur masuk bahan ke dalam tubuh, serta karakteristik individu yang terpapar.
BACA JUGA:AI Jadi Fitur Wajib Smartphone 2026, Bantu Menulis, Edit Foto hingga Terjemahan Real Time
Ia menjelaskan empat tahapan penting dalam penilaian risiko, yakni identifikasi bahaya, evaluasi paparan, analisis hubungan dosis–respons, dan karakterisasi risiko.
Pemahaman ini penting karena paparan di lingkungan maupun tempat kerja tidak selalu terjadi dalam dosis tinggi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



