Kesalahan penginputan nama, NIK, maupun data siswa dapat membuat bantuan tertahan.
7. Lansia belum melakukan perekaman e-KTP
Data kependudukan yang belum lengkap menyebabkan verifikasi gagal.
8. Memiliki tanggungan pinjaman di bank penyalur
Dalam beberapa kasus terdapat kendala administratif pada rekening penerima.
9. Anak sekolah berusia lebih dari 20 tahun
Kategori bantuan pendidikan memiliki batas usia tertentu.
10. Terindikasi bersekolah di sekolah elite
Sistem melakukan verifikasi kondisi sosial ekonomi penerima.
11. Status disabilitas belum terdata
Penyandang disabilitas belum teridentifikasi dalam sistem.
12. Status ibu hamil belum terindikasi
Data kesehatan belum sinkron dengan sistem bansos.
13. Pengurus meninggal dunia
Perubahan nomor KK akibat pembaruan data keluarga dapat menghambat pencairan.
14. Nama pengurus berbeda dengan buku tabungan
Perbedaan ejaan nama sering menjadi penyebab gagal salur.
15. Ada anggota keluarga dengan pekerjaan dianggap mapan
Misalnya terdapat anggota keluarga berstatus TNI atau Polri.
16. Adanya permasalahan administratif lain
Gangguan teknis atau administrasi tertentu bisa memengaruhi pencairan.
17. Hasil verifikasi tidak valid
Data dinilai tidak sesuai atau tidak disetujui saat proses verifikasi.
Bagaimana Jika Nama Ada, Tetapi Bantuan Tidak Cair?
Banyak masyarakat mengaku namanya masih muncul dalam sistem cek bansos, namun bantuan belum diterima. Kondisi ini dapat dipicu sejumlah hal.
Pertama, terdapat nama yang sama dalam satu desa sehingga penerima sebenarnya bisa jadi orang lain dengan identitas serupa.
Kedua, adanya perbedaan ejaan nama antara KTP dengan buku tabungan atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Hal ini berpotensi menyebabkan gagal bayar atau gagal pemindahan dana.
Ketiga, adanya ketidaksesuaian NIK antara dokumen kependudukan dengan rekening penerima.