598 Lansia di OKU Lulus Program Sekolah Lansia

Rabu 24-06-2026,13:16 WIB
Reporter : Eco
Editor : Bambang

BATURAJA, PALPOS.CO - Sebanyak 598 masyarakat lanjut usia (lansia) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diwisuda setelah dinyatakan lulus mengikuti Program Sekolah Lansia yang dibuka oleh pemerintah daerah setempat.

"Ada sebanyak 598 orang lansia yang diwisuda setelah mengenyam pendidikan selama satu tahun melalui Program Sekolah Lansia," kata Bupati OKU Teddy Meilwansyah, Rabu (24/6).

Dia mengatakan bahwa sekolah lansia merupakan bagian dari program yang diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKU yang diperuntukkan bagi masyarakat usia lanjut.

Program tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kelompok lansia yang selama ini kurang terlibat dalam kegiatan pembangunan sosial.

BACA JUGA:Pemkab OKU Beri Beasiswa Kedokteran Untuk Siswa Berprestasi

BACA JUGA:Baznas OKU Bagikan 3.000 Paket Daging Dam Haji

Kehadiran sekolah lansia ini menjadi bukti bahwa para lansia juga memiliki hak untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan apresiasi.

"Para wisudawan dan wisudawati ini berasal dari 17 Sekolah Lansia yang tersebar di 13 kecamatan di OKU.

Hal ini menjadikan kabupaten kita sebagai daerah pertama sekaligus yang terbesar dalam penyelenggaraan wisuda sekolah lansia di Provinsi Sumatera Selatan," tegasnya.

Menurutnya, pendidikan bagi lansia juga dapat menjadi solusi sosial yang memperkuat rasa kekeluargaan serta menumbuhkan empati antar generasi.

BACA JUGA:Satgas Udara Padamkan Karhutla di Desa Tihang OKU

BACA JUGA:Pemkab OKU Targetkan Renovasi 300 Unit RTLH

"Dengan adanya sekolah lansia di Kabupaten OKU, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa proses belajar tidak dibatasi oleh usia. Dan para lansia juga tetap dapat berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Sementara, Kepala DPPKB OKU, Burhanuddin Lubis dalam laporannya mengungkapkan bahwa jumlah peserta Sekolah Lansia di wilayah setempat saat ini mencapai lebih dari 1.000 orang.

Menurutnya, pemerintah daerah menargetkan jumlah sekolah maupun peserta terus bertambah setiap tahun agar semakin banyak lansia yang memperoleh manfaat dari program tersebut.

Kategori :