"Kita tinggal merencanakan langkah berikutnya. Hari ini kita juga akan menyepakati BUP sebagai anchor untuk administrasi selanjutnya.
BACA JUGA:Kemenmum Sumsel Semarakkan HUT ke-118 INI, Fun Walk dan FGD Pererat Sinergi Notaris
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Harmonisasikan Raperbup OKU Timur tentang Tambahan Penghasilan ASN
Untuk komposisi saham tidak perlu dirisaukan, yang penting pembangunannya berjalan. Pemerintah daerah mengikuti saja, dan PT SEG tetap berperan sebagai perwakilan pemerintah daerah," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menyatakan komitmen Pelindo untuk mempercepat realisasi pembangunan pelabuhan.
Menurutnya, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada dukungan infrastruktur pendukung, terutama pembangunan akses jalan tol dan jalur kereta api menuju kawasan pelabuhan.
"Dengan terbentuknya konsorsium ini, mudah-mudahan pembangunan pelabuhan bisa dipercepat. Mari kita turunkan sedikit ego masing-masing," katanya.
Sementara itu, Chairman PT Samudera Pasai Indonesia (SPI), Alvin Reynaldi Setiawan, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan pembentukan Badan Usaha Pelabuhan.
Di sisi lain, PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) mengusulkan afiliasi perusahaan dialihkan kepada PT PDPDE Hilir yang menyatakan siap mendukung percepatan pembangunan pelabuhan.
Sebelumnya, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Basyaruddin Akhmad, memaparkan perkembangan kesiapan lahan.
Ia menjelaskan bahwa sertifikasi lahan seluas 59,9 hektare telah selesai. Adapun lahan di Mozaik 5 dan Mozaik 6 seluas 81,88 hektare masih dalam tahap pengukuran ulang oleh ATR/BPN, sementara penyelesaian administrasi bersama Kementerian Keuangan terus dipercepat.
Selain kesiapan lahan, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan akses menuju kawasan pelabuhan.
Langkah awal yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan jalan tol, sekaligus memberikan penugasan kepada PT Hutama Karya untuk membangun akses tol menuju Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat.
Berdasarkan Head of Agreement (HoA) yang telah disepakati, komposisi kepemilikan saham konsorsium terdiri atas PT Pelabuhan Indonesia (Persero) sebesar 51 persen, PT Samudera Pasai Indonesia (SPI) sebesar 30 persen, dan PT Sumsel Energi Gemilang (SEG) sebesar 19 persen.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis penetapan nama baru tersebut menjadi tonggak penting percepatan pembangunan pelabuhan bertaraf internasional.
Kehadiran PT Pelabuhan Internasional Samudera Tanjung Carat diharapkan menjadi gerbang logistik baru, memperkuat konektivitas ekspor-impor, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Sumatera Selatan.