BATURAJA, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ulu (OKU) menerima bantuan peralatan dan logistik penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kapasitas kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi ancaman karhutla seiring masuknya puncak musim kemarau.
Bantuan senilai hampir Rp700 juta tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Iqbal Alisyahbana kepada Sekretaris Daerah OKU Alva Elan.
Adapun rincian bantuan yang disalurkan meliputi 3 unit mesin pompa air beserta perlengkapannya, 10 set alat pelindung diri (APD) pemadam kebakaran, serta 100 paket logistik sembako.
BACA JUGA:Dadang Wijaya Resmi Dilantik Melalui PAW, DPRD OKU Kembali Lengkapi Formasi
BACA JUGA:Ifan Seventeen Akan Konser di Baturaja
Alva Elan menyampaikan apresiasi kepada BPBD Sumatera Selatan atas dukungan tersebut.
"Bantuan peralatan dan logistik itu akan memperkuat kesiapsiagaan Pemerintah Kabupaten OKU dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau," tegas Sekda, Selasa (21/7).
Dukungan sarana prasarana ini mengalir di tengah tren peningkatan titik panas (hotspot) di Sumatera Selatan.
Berdasarkan data BPBD Provinsi Sumsel hingga 10 Juli, secara kumulatif telah terdeteksi sebanyak 2.342 titik panas di Sumsel sepanjang tahun 2026, dengan sebaran 493 titik terpantau hanya dalam sepuluh hari pertama bulan Juli.
BACA JUGA:Perketat Pengamanan ATM, Cegah Aksi Kejahatan
BACA JUGA:Pisah Sambut Kapolres OKU, Teddy Tegaskan Komitmen Kolaborasi Untuk Kemajuan Daerah
Kabupaten OKU tercatat menjadi salah satu daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatera Selatan.
Berdasarkan data BPBD Sumsel hingga 10 Juli, wilayah ini mencatat 65 hotspot, berada di bawah Musi Banyuasin (89 titik), Muara Enim (71 titik), dan Ogan Komering Ilir (67 titik).
Sebagai langkah antisipasi dini terhadap puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang, Pemerintah Kabupaten OKU telah resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat karhutla yang berlaku sejak 8 Juni hingga 30 September 2026.