"Di Belitang, saya mengimbau satu desa memiliki satu PAUD binaan PKK. Tidak perlu gedung yang mewah, yang terpenting ada proses belajar mengajar. Untuk itu, kami juga dibantu oleh Dinas Pendidikan," ungkap Febrita.
BACA JUGA:Cik Ujang Ungkap Potensi Besar Sumsel di Depan Komisi II DPR RI.
BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Dorong Legalitas UMKM melalui Perseroan Perorangan
Menurutnya, keberadaan PAUD tidak harus selalu dilengkapi fasilitas yang megah. Yang lebih penting adalah tersedianya layanan pendidikan yang mudah dijangkau masyarakat sehingga anak-anak memperoleh stimulasi belajar sejak usia dini.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa desa masih belum memiliki layanan PAUD sehingga memerlukan perhatian bersama. Namun, apabila suatu desa telah memiliki taman kanak-kanak (TK), pendirian PAUD baru dinilai tidak lagi menjadi prioritas.
Sebaliknya, desa-desa yang memiliki wilayah berjauhan atau akses pendidikan yang terbatas tetap membutuhkan pembangunan layanan PAUD agar pemerataan pendidikan dapat benar-benar terwujud.
Selain memperluas akses pendidikan, Bunda PAUD Sumsel juga tengah menyiapkan sejumlah program edukatif yang mendukung pembentukan karakter dan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Salah satunya adalah penyusunan buku Gemar Makan Sayur yang dikembangkan melalui kerja sama dengan penerbit.
Buku tersebut diharapkan menjadi media pembelajaran yang menarik bagi anak-anak untuk mengenal pentingnya mengonsumsi sayuran serta membangun pola hidup sehat sejak dini.
Sinergi antara TP PKK Sumsel, Bunda PAUD, BPMP, dan Dinas Pendidikan diharapkan mampu mempercepat lahirnya layanan PAUD yang semakin berkualitas, merata, dan berkelanjutan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut juga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Sumatera Selatan yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.