Berkat kerja sama yang solid, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.00 WIB, atau sekitar satu jam setelah api pertama kali muncul.
BACA JUGA:Perkuat Sinergi, Disnaker OKU Ajak Pegawai Berzakat Melalui BAZNAS
BACA JUGA:Musim Kemarau, Warga OKU Ramai-ramai Mendulang Emas di Sungai Ogan
Meskipun api berhasil dijinakkan, satu unit rumah panggung semi permanen milik Zonri tidak dapat diselamatkan dan hangus terbakar hampir 100 persen.
Seluruh perabotan rumah tangga, dokumen penting, dan stok bahan pangan ikut ludes dalam peristiwa tersebut.
Kerugian materi diperkirakan mencapai angka Rp50 juta, sebuah jumlah yang sangat besar bagi keluarga petani di pedesaan, sehingga mereka kini terpaksa mengungsi sementara ke rumah sanak saudara terdekat.
Kapolsek Lengkiti, Iptu Jauhari Effendy menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sementara, pihaknya menduga kuat kebakaran dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik dari instalasi rumah.
Dugaan ini diperkuat dengan tidak ditemukannya unsur kesengajaan maupun sumber api lain di sekitar titik awal kebakaran.
Menanggapi kejadian ini, Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Feri Zulfian, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat agar lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kebakaran.
Masyarakat diminta untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, mengganti kabel yang sudah aus, serta memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi aman dan dicabut dari stop kontak sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama.
Langkah pencegahan sederhana tersebut dinilai sangat efektif untuk meminimalkan risiko kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar hingga mengancam keselamatan jiwa. (len)