OKI, PALPOS.CO - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memprioritaskan pembangunan Daerah Operasional (Daop) Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada tahun 2027.
Pembangunan fasilitas dengan anggaran sekitar Rp33 miliar itu menjadi bagian dari penguatan upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu kawasan gambut terluas di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh. Jumhur Hidayat, saat menerima kunjungan Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, di Plaza Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Menurut Jumhur, pembangunan Daop akan mulai direalisasikan pada 2027 karena Pemerintah Kabupaten OKI telah memenuhi salah satu persyaratan utama, yakni menyediakan lahan yang telah bersertifikat.
BACA JUGA:Sosialisasi Ekonomi Kreatif Tingkatkan Kesejahteraan dan Sitkamtibmas Kondusif
BACA JUGA:Nobar Final Piala Dunia 2026, Pemkab OKI Hadirkan Ruang Kebersamaan bagi Masyarakat
"Kesiapan lokal sudah 100 persen. Tahun depan kami alokasikan pendanaan struktural untuk pelaksanaan pembangunannya," kata Jumhur.
Daop Penanggulangan Kebakaran Lahan akan menjadi pusat operasional dalam pencegahan dan penanganan karhutla di Kabupaten OKI.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mempercepat koordinasi, mobilisasi personel dan peralatan, serta meningkatkan efektivitas penanganan kebakaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi pada musim kemarau.
Kabupaten OKI memiliki sekitar 60,15 persen wilayah berupa ekosistem gambut atau sekitar 49,3 persen dari total kawasan gambut di Provinsi Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Lomba Balita Sehat, Sarana Edukasi Pola Asuh Anak
BACA JUGA:Sinergi Pemkab OKI dan Kejari Perkuat Tata Kelola Pajak Daerah
Luasan tersebut menjadikan OKI sebagai daerah strategis dalam upaya perlindungan ekosistem gambut sekaligus salah satu wilayah prioritas pengendalian karhutla.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pembangunan Daop.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas daerah dalam mengantisipasi ancaman karhutla yang diperkirakan meningkat seiring musim kemarau yang lebih panjang.