Herman Deru mengatakan, dampak program tersebut telah dirasakan secara nyata.
BACA JUGA:Industri Jasa Keuangan Perkuat Sinergi Dukung Program Strategis 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan
BACA JUGA:Optimalkan Keselamatan, KAI Divre III Palembang Tutup 20 Perlintasan Liar
Sejumlah anggota Sultan Muda berhasil mengembangkan usahanya hingga mampu mempekerjakan orang lain, bahkan sebagian di antaranya telah membuka lapangan pekerjaan bagi lima orang atau lebih.
"Kita sudah melihat bukti konkret bahwa Sultan Muda menjadi kebanggaan. Progresnya terus meningkat.
Ini harus terus berkelanjutan dengan pondasi yang kokoh serta mampu beradaptasi dengan kondisi pasar," katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan dunia perbankan yang memberikan kemudahan layanan bagi anggota Sultan Muda, mulai dari layanan jemput bola hingga penyediaan konter pelayanan khusus untuk mempermudah akses pembiayaan dan layanan keuangan.
Menurut Herman Deru, besarnya semangat kewirausahaan masyarakat Sumsel menjadi modal penting untuk mewujudkan target 100 ribu Sultan Muda.
Karena itu, program tersebut diharapkan dapat berkembang di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah pola pikir lulusan sekolah agar tidak hanya bercita-cita menjadi pegawai, tetapi juga berani menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.
"Target 100 ribu Sultan Muda itu rasional. Mereka yang sudah berhasil harus menjadi trainer bagi teman-temannya, mengajak mereka agar termotivasi, meningkatkan literasi keuangan, dan bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan," tegasnya.
Menutup pemaparannya, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Kepala OJK beserta seluruh jajaran yang terus mendampingi perkembangan Program Sultan Muda.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuda yang telah bergabung dalam gerakan kewirausahaan tersebut.
"Terima kasih kepada OJK yang terus mendampingi Sultan Muda dan kepada seluruh anak-anak muda yang telah menjadi bagian dari program ini. Semoga semangat ini terus tumbuh demi kemajuan Sumatera Selatan," pungkasnya.
Sesi penjurian dan wawancara virtual tersebut dihadiri Akademisi UGM Muhammad Edhie Purnawan, Plt. Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK Andi Muhammad Yusuf, Direktur Ekonomi Syariah dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawati, Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan Arifin Susanto, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan drh. Sri Endah Ekandari, M.Si., serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.