Menurutnya, kebakaran tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan warga, rumah, perkebunan, serta aset lain yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
BACA JUGA:Cegah Penyalahgunaan Teknologi, Polres Prabumulih Turun ke Sekolah-Sekolah Beri Pemahaman Tentang AI
BACA JUGA:Kemarau Panjang Ancam Prabumulih hingga September, BMKG Ingatkan Risiko Karhutla dan Kekeringan
“Jangan sampai karena ingin membersihkan lahan atau membakar sampah, api justru merambat dan sulit dikendalikan. Kondisi sekarang sangat kering sehingga kita harus lebih berhati-hati,” tegasnya.
Politisi Partai NasDem itu menjelaskan, potensi kebakaran juga perlu diwaspadai di kawasan permukiman.
Tumpukan sampah dan material mudah terbakar yang berada di sekitar rumah dapat menjadi pemicu kebakaran apabila terkena api.
Selain faktor cuaca, angin kencang juga dapat mempercepat penyebaran api. Kebakaran yang semula hanya terjadi di satu titik berpotensi meluas ke area lain dalam waktu relatif singkat.
Pemkot Prabumulih, lanjut Franky, terus melakukan berbagai langkah antisipasi bersama instansi terkait.
Kesiapsiagaan dilakukan untuk memastikan apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga api tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Franky juga meminta masyarakat ikut berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Warga yang menemukan adanya asap, api, maupun titik panas di sekitar permukiman, lahan kosong, perkebunan atau kawasan rawan kebakaran diminta segera melaporkannya kepada petugas.
Masyarakat dapat menyampaikan laporan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkot Prabumulih maupun mendatangi posko-posko siaga yang telah disiapkan pemerintah daerah.
“Ada beberapa titik posko yang siaga 24 jam dan kemarin ditinjau langsung oleh Pak Wali Kota bersama Ketua DPRD dan Forkopimda lainnya. Jika ada kebakaran bisa lapor langsung ke posko maupun BPBD agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Menurut Franky, kecepatan laporan sangat menentukan proses penanganan di lapangan. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang api dapat dipadamkan sebelum merambat ke wilayah yang lebih luas.
Franky pun mengajak masyarakat tidak hanya mengandalkan petugas dalam menghadapi ancaman karhutla dan kebakaran permukiman.
Pencegahan harus dimulai dari lingkungan masing-masing dengan tidak melakukan pembakaran sembarangan dan memastikan sumber-sumber api benar-benar aman.
Pemerintah juga mengingatkan warga yang melakukan aktivitas di kebun atau lahan terbuka agar selalu memperhatikan kondisi sekitar.