Sekda Sumsel Edward Candra Tekankan Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko GSMP

Kamis 10-09-2026,11:59 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Bambang

PALEMBANG, PALPOS.CO — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H., menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko secara komprehensif dalam mengawal keberlanjutan program Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP).

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Peningkatan Kapasitas Tim Efektif bertajuk “Strategi Tata Kelola Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) melalui Penerapan Manajemen Risiko” di Ruang Rapat Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (9/9/2026).

Rapat strategis tersebut turut menghadirkan narasumber ahli, Dr. Ir. H. Syarif Usman, M.B.A., M.H.

Menurut Edward Candra, keberhasilan program kerakyatan tidak cukup hanya diwujudkan melalui dokumen perencanaan maupun Standar Operasional Prosedur (SOP), tetapi harus diimplementasikan secara nyata melalui pengawalan dan pendampingan yang optimal di lapangan.

BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra Tekankan Kualitas dan Keselamatan dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi

BACA JUGA:Petakan Kebutuhan Riil Pegawai, Kemenkum Sumsel Validasi Beban Kerja Jabatan Fungsional

“Seluruh instrumen dan SOP yang ada harus diimplementasikan secara optimal. Jika tidak, perencanaan itu hanya akan berhenti di atas kertas dan perlu didorong bersama,” ujar Edward di hadapan peserta rapat.

Ia menjelaskan, penerapan manajemen risiko dalam pelaksanaan GSMP diarahkan untuk menekan berbagai potensi kendala di lapangan.

Salah satunya adalah mengantisipasi risiko gagal tanam, termasuk dalam penanganan distribusi bibit, serta memitigasi potensi ketidakberhasilan program akibat kurangnya sinergi antarpemangku kepentingan.

Untuk menutup berbagai celah tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat peran pendamping di lapangan serta mengoptimalkan efektivitas forum koordinasi yang telah dibentuk dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait.

BACA JUGA:Jamin Fasilitas Hunian Layak, Kemenkum Sumsel Selaraskan Raperbup PSU Ogan Komering Ilir

BACA JUGA:Pastikan Layanan Bantuan Hukum Aktif, Kemenkum Sumsel Pantau Posbankum Kelurahan 10 Ilir

“Penerapan konteks manajemen risiko yang disampaikan oleh Pak Syarif sudah mulai kita terapkan untuk mengawal program ini agar mencapai hasil yang optimal.

Hasil yang baik ini kita definisikan secara jelas, yakni efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kategori :