Masyarakat juga harus waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan program bantuan sosial.
Untuk melakukan pengecekan status penerima melalui laman Cek Bansos, masyarakat tidak perlu memberikan PIN rekening, password, kode OTP atau informasi rahasia perbankan.
Jangan memasukkan NIK melalui tautan pendek yang tidak dikenal, formulir Google, situs dengan domain mencurigakan, maupun mengunduh file APK dari sumber tidak resmi.
Alamat yang digunakan untuk pengecekan adalah laman resmi Cek Bansos Kemensos.
Masyarakat juga perlu membedakan antara pengecekan status penerima dengan layanan pengusulan atau pembaruan data.
Fitur partisipasi masyarakat seperti usul dan sanggah dapat memiliki proses serta kebutuhan data yang berbeda.
Cara Membaca Status Penerima Bansos
Setelah pencarian dilakukan, masyarakat perlu membaca hasil yang muncul secara teliti.
Jangan hanya melihat apakah nama tercantum atau tidak. Perhatikan pula desil, nama program bantuan dan periode bantuan yang ditampilkan.
Desil bukan berarti otomatis menunjukkan bahwa seseorang pasti menerima semua jenis bansos.
Setiap program memiliki ketentuan dan sasaran masing-masing.
Satu keluarga juga dapat memiliki status berbeda pada program yang berbeda.
Karena itu, apabila pada hasil pencarian terdapat kolom PKH tetapi tidak terdapat status penerima pada Program Sembako, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa sistem bermasalah.
Yang juga perlu dipahami, keterangan periode bantuan tidak sama dengan tanggal dana masuk ke rekening.
Misalnya, suatu bantuan tercatat untuk periode Oktober-Desember.
Hal tersebut menunjukkan cakupan periode penyaluran, bukan berarti dana pasti masuk pada 1 Oktober atau tanggal tertentu yang sama untuk seluruh penerima.
Jadwal Bansos Oktober 2026 Perlu Dicek Secara Berkala
Memasuki Oktober 2026, masyarakat yang menunggu PKH Tahap 4 dan BPNT/Program Sembako Tahap 4 perlu melakukan pengecekan secara berkala.