Teriakan Haidir membuat warga yang berada di sekitar lokasi bergegas mendatangi tempat kejadian.
BACA JUGA:Dinkes OKU Imbau Masyarakat Gunakan Masker Saat di Luar Rumah
BACA JUGA:17 Sertifikat Aset Diserahkan, Pemkab OKU Perkuat Pengamanan Aset Daerah
Suasana yang semula tenang pun berubah menjadi kepanikan ketika api terlihat semakin membesar dan mulai melahap bagian bangunan.
Anak pemilik rumah, Yogi, yang saat itu sedang duduk di teras, baru menyadari bahwa rumah keluarganya telah terbakar. Ia spontan berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api.
Di tengah situasi yang semakin genting, Yogi bergegas masuk ke dalam rumah untuk meminta anggota keluarganya segera keluar dan menyelamatkan diri.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh penghuni rumah bisa menjauh dari kobaran api yang terus membesar.
Warga yang berdatangan berupaya membantu proses penyelamatan dan pemadaman awal sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Tidak berselang lama, empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas langsung berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 10.00 WIB.
Proses pemadaman yang dilakukan secara intensif tersebut sekaligus mengakhiri kepanikan warga di sekitar lokasi kebakaran.
Meski api berhasil dipadamkan, kerugian yang dialami pemilik rumah cukup besar.
Sejumlah barang berharga yang tersimpan di dalam bangunan tidak sempat diselamatkan karena cepatnya kobaran api melahap rumah dan tempat usaha tersebut.
Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto SIK MH MTr Mil melalui Kapolsek Prabumulih Timur Iptu Ulta Deanto SH MH membenarkan peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan Kaca Piring tersebut.
Menurut Iptu Ulta, objek yang terbakar merupakan rumah yang sekaligus difungsikan sebagai tempat usaha, yakni warnet dan toko manisan.