“Prediksi untuk besok dan lusa, berikutnya berada di sekitar 159 sampai 153,” ujarnya.
BACA JUGA:Mulai 2027 Gaji PPPK Diusulkan Ditanggung APBN, Yoppy Karim Minta Dana Diturunkan ke Daerah
BACA JUGA:Dari Lubuklinggau ke Kemenaker RI, Trisko Defriyansa Siap Dukung Pengawasan Ketenagakerjaan Nasional
Terkait kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Lubuklinggau, Ardi menduga kondisi tersebut dipengaruhi asap kiriman dari luar daerah yang terbawa angin.
Namun, dugaan tersebut belum disertai keterangan mengenai sumber asap secara spesifik.
Ia menjelaskan, kabut asap terlihat lebih tebal pada pagi hari karena bercampur dengan kabut, sehingga mengurangi jarak pandang dan membuat kondisi udara terasa lebih pekat.
“Yang sangat terasa itu pagi hari, ketika kabut asap terlihat agak tebal. Karena bercampur dengan kabut, kondisinya jadi lebih jelas terlihat dan terasa,” ungkapnya.
Ardi juga mengaitkan kondisi tersebut dengan cuaca panas dan fenomena El Niño. Meski demikian, penyebab pasti kabut asap di Lubuklinggau masih perlu dipastikan melalui pemantauan lebih lanjut.
Dengan kualitas udara yang masih berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat kabut asap terlihat pekat pada pagi hari.
Warga dapat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di tengah paparan asap.(yat)