Beli pempek langsung dari pembuatnya, menginap di hotel lokal, dan ajak teman dari luar kota berkunjung.
Pada akhirnya, karhutla mengajarkan satu hal: ekonomi yang kuat membutuhkan udara yang bersih.
Hujan memang sudah mulai turun, tetapi kebangkitan tidak akan datang dengan sendirinya.
Ia lahir dari persiapan Nataru yang matang, strategi Ramadan yang cerdas, harga pangan yang terkendali, dan komitmen untuk memastikan api tidak kembali.
Jika semua itu berjalan, kabut yang kemarin menutupi Jembatan Ampera bisa menjadi titik balik.
Ia akan menjadi bukti bahwa Sumsel mampu bangkit, lebih siap, dan lebih tangguh menghadapi kemarau berikutnya.(*)
*)Alditya Aris Rinandy, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya