Iga Mercon, Sensasi Pedas yang Bikin Ketagihan dan Terus Diburu Pecinta Kuliner
Iga mercon dengan daging super empuk dan sambal cabai melimpah ini siap “meledak” di setiap suapan.-Fhoto: Istimewa-
Tak jarang, pelanggan diminta menandatangani pernyataan “siap pedas” sebelum memesan level tertinggi.
Fenomena iga mercon tidak hanya digemari anak muda. Banyak keluarga hingga pekerja kantoran yang menjadikannya menu makan siang atau makan malam favorit.
BACA JUGA:Bakso Aci : Camilan Kenyal Pedas yang Kian Mendunia
BACA JUGA:Ayam Bakar 1 Ekor : Sajian Tradisional yang Tetap Jadi Primadona Kuliner Nusantara
Selain rasanya yang kuat, potongan iga yang besar dan empuk membuat hidangan ini terasa memuaskan.
Beberapa pelaku usaha kuliner mengungkapkan bahwa penjualan iga mercon meningkat terutama pada akhir pekan. “Kalau Sabtu dan Minggu, bisa dua kali lipat dari hari biasa.
Banyak yang penasaran setelah lihat review di TikTok atau Instagram,” ujar salah satu pemilik rumah makan di kawasan Jakarta Selatan.
Harga iga mercon sendiri bervariasi, tergantung lokasi dan ukuran porsi. Rata-rata dibanderol mulai dari Rp35.000 hingga Rp80.000 per porsi.
Meski tergolong tidak murah, banyak pelanggan menganggap harganya sepadan dengan kualitas rasa dan porsi yang didapatkan.
Seiring meningkatnya minat, persaingan pun semakin ketat. Para pelaku usaha dituntut untuk menghadirkan cita rasa khas agar tidak tenggelam di tengah banyaknya pilihan.
Ada yang menambahkan sentuhan keju leleh untuk meredam pedas, ada pula yang mengombinasikannya dengan mie instan atau nasi bakar.
Inovasi lain yang mulai populer adalah iga mercon frozen. Produk ini memungkinkan pelanggan menikmati hidangan pedas favoritnya di rumah dengan cara dipanaskan kembali.
Konsep ini dinilai efektif menjangkau pasar yang lebih luas, terutama di luar kota.
Namun di balik peluang besar tersebut, pelaku usaha juga menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, terutama daging sapi dan cabai.
Fluktuasi harga cabai yang kerap terjadi dapat memengaruhi biaya produksi secara signifikan. Meski demikian, sebagian besar pengusaha tetap berupaya mempertahankan cita rasa tanpa mengurangi kualitas bahan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




