Iklan BANNER HUT PROVINSI SUMSEL KE 80
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Tahu Sumedang Crispy, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari di Era Modern

Tahu Sumedang Crispy, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari di Era Modern

Tahu Sumedang crispy tetap jadi favorit dari dulu sampai sekarang-Foto:Istimewa-

PALPOS.CO - Tahu Sumedang kembali menjadi sorotan pecinta kuliner nusantara. Makanan khas asal Sumedang ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang gurih, tetapi juga karena teksturnya yang renyah di luar dan lembut di dalam.

Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi tahu Sumedang crispy semakin berkembang dan diminati berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga wisatawan domestik.

Tahu Sumedang merupakan salah satu ikon kuliner Jawa Barat yang telah ada sejak awal abad ke-20.

Sejarah mencatat bahwa makanan ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang imigran Tionghoa bernama Ong Kino. Ia mulai membuat tahu di kawasan Tegalkalong, Sumedang, sekitar tahun 1917.

BACA JUGA:Roti Ubi Keju Jadi Primadona Baru Kuliner Lokal, Perpaduan Tradisional dan Modern Tarik Minat Anak Muda

BACA JUGA:Corn Dog Mozarella Jadi Tren Kuliner Favorit Anak Muda di Indonesia

Awalnya, tahu tersebut dibuat untuk konsumsi keluarga, namun karena rasanya yang lezat, masyarakat sekitar mulai menyukainya hingga akhirnya berkembang menjadi usaha kuliner legendaris.

Keunikan tahu Sumedang terletak pada teksturnya yang khas. Bagian luar tahu berwarna kecokelatan dan terasa renyah saat digigit, sementara bagian dalamnya lembut serta sedikit kopong.

Karakteristik inilah yang membuat tahu Sumedang berbeda dibandingkan tahu goreng biasa.

Banyak penikmat kuliner menyebut sensasi makan tahu Sumedang sebagai perpaduan rasa gurih dan kriuk yang membuat ketagihan.

BACA JUGA:Pangsit Goreng Kian Digemari, Kuliner Renyah yang Menyatukan Tradisi dan Tren Modern

BACA JUGA:Ikan Tongkol Suwir Kemangi Pedas Jadi Primadona Kuliner Rumahan

Kini, inovasi tahu Sumedang crispy hadir dengan berbagai variasi rasa dan penyajian.

Sejumlah pelaku usaha kuliner mulai menambahkan lapisan tepung berbumbu agar teksturnya lebih renyah dan tahan lama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: