Iklan Astra Motor

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan dan Hari Raya, Ini Tatacara dan Doa yang Dibaca

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan dan Hari Raya, Ini Tatacara dan Doa yang Dibaca

Tradisi ziara kubur menjelang ramadhan, TPU di Lubuklinggau mendadak ramai peziarah.-Foto : Maryati-

Artinya:Semoga keselamatan tercurahkan  kepada kalian, wahai ahli kubur 

3. Membaca Doa dan Al-Qur’an

Umat Islam dapat membaca Surah Al-Fatihah, Yasin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta doa-doa untuk orang yang telah meninggal.

Salah satu doa untuk ahli kubur

Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu.

Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakan dan maafkanlah dia.

4. Tidak Duduk atau Menginjak Kuburan

Dalam sunah dijelaskan agar menjaga adab di area pemakaman, tidak duduk atau menginjak kuburan.

5. Tidak Berlebihan

Ziarah dilakukan dengan khusyuk dan sederhana, tanpa meratap berlebihan atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Momentum Introspeksi dan Penguat Iman

Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan.

Ia menjadi momen refleksi diri, pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, serta penguat hubungan spiritual antara yang hidup dan yang telah tiada melalui doa.

Di tengah modernisasi dan kesibukan zaman, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Muslim Indonesia.

Selain mempererat ikatan keluarga, ziarah kubur juga menjadi pengingat bahwa setiap amal dan perbuatan selama hidup akan dipertanggungjawabkan kelak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: