Dari Daun Jadi Batik, dari Limbah Menjadi Cat
Salah satu pengunjung mencoba membuat Batik di Rumah Keratif Boek Khaman.-Foto : Prabu Palpos-
Bagi Rumah Kreatif Boek Khaman, kedua fungsi tersebut saling melengkapi. Batik menjadi produk yang dapat dipasarkan, sementara proses pembuatannya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan memperkuat identitas lokal.
Di tengah perubahan zaman, upaya seperti ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan bersama dengan inovasi dan pengembangan ekonomi.
Dari Lubuk Raman untuk Masa Depan yang Lebih Mandiri
Kisah Rumah Kreatif Boek Khaman menunjukkan bahwa perubahan dapat berawal dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dari daun yang tumbuh di sekitar desa, lahir inspirasi untuk membuat batik khas. Dari kegiatan membatik, muncul kesempatan bagi ibu rumah tangga dan remaja untuk mengembangkan keterampilan serta memperoleh penghasilan.
Dari persoalan limbah pewarna cair, terbuka ruang kolaborasi antara perusahaan dan perguruan tinggi untuk mencari solusi melalui pengolahan bahan sisa.
Tidak ada satu unsur yang berdiri sendiri.
Semuanya saling terhubung dalam proses yang membutuhkan waktu, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar. Bagi Ira, kegiatan membatik memberikan tambahan pendapatan yang membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga dan mendukung biaya kuliah serta tempat tinggal anaknya.
Bagi anggota kelompok lainnya, Rumah Kreatif Boek Khaman menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan dan mengambil bagian dalam kegiatan produktif.
Bagi Desa Lubuk Raman, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa potensi lokal dapat menjadi dasar untuk membangun usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar mengenai lingkungan.
Sementara bagi PT Pertamina EP Limau Field dan PHR Zona 4, perjalanan kelompok ini menjadi bagian dari upaya membangun pemberdayaan yang tidak berhenti pada bantuan sesaat. Suharjono menegaskan bahwa keberlanjutan memiliki makna ketika keberhasilan operasi turut diiringi dengan tumbuhnya kesejahteraan masyarakat.
Pandangan tersebut menempatkan pembangunan manusia sebagai bagian penting dari perjalanan menuju masa depan yang lebih kuat.
Sebab, kesejahteraan tidak hanya berkaitan dengan tersedianya sumber daya, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memanfaatkan potensi, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan kesempatan ekonomi.
Rumah Kreatif Boek Khaman belum harus dipandang sebagai kisah yang selesai. Justru, perjalanan yang dimulai pada 2023 itu menunjukkan bahwa pemberdayaan merupakan proses yang terus berkembang.
Masih ada tantangan dalam meningkatkan keterampilan, menjaga kualitas, memperluas pemasaran, dan memastikan pengelolaan limbah berjalan secara tepat. Namun, keberadaan kelompok tersebut telah membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar dan mencoba membangun usaha berdasarkan potensi yang mereka miliki.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

