Iklan Astra Motor

Dari Daun Jadi Batik, dari Limbah Menjadi Cat

Dari Daun Jadi Batik, dari Limbah Menjadi Cat

Salah satu pengunjung mencoba membuat Batik di Rumah Keratif Boek Khaman.-Foto : Prabu Palpos-

Di sinilah perubahan mulai menemukan bentuknya. Daun-daun yang tumbuh di sekitar desa tidak lagi hanya dipandang sebagai bagian dari lingkungan, melainkan sumber inspirasi untuk menghasilkan warna. Keterampilan membatik menjadi jalan bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan. 

Sementara itu, limbah pewarna cair yang sebelumnya menjadi persoalan produksi mulai dicari jalan keluarnya melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Hasilnya, Rumah Kreatif Boek Khaman tidak hanya berkembang sebagai tempat produksi batik.

BACA JUGA:Pertamina Drilling Pamerkan Praktik DEI di Konferensi Internasional Malaysia

BACA JUGA:Pertamina EP dan KSO BOSL Temukan Lapisan Minyak Baru di Ogan Ilir, Sumur BNN-6 Capai 1.257 BOPD

Kelompok ini juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal usaha produktif, menjaga lingkungan, membangun kepercayaan diri, dan memahami bahwa kemandirian dapat dimulai dari potensi sederhana yang ada di sekitar mereka.

Berawal dari Potensi Desa yang Belum Tergarap

Setiap desa memiliki kekayaan yang tidak selalu terlihat dalam bentuk sumber daya alam bernilai ekonomi tinggi.

Ada pula kekayaan berupa pengetahuan lokal, keterampilan masyarakat, tumbuhan yang tumbuh di lingkungan sekitar, serta semangat warga untuk memperbaiki kehidupan keluarga.

Potensi semacam itulah yang kemudian dikembangkan di Desa Lubuk Raman melalui Rumah Kreatif Boek Khaman.

Sejak tahun 2023, kelompok ini mulai menekuni pembuatan batik khas desa dengan memanfaatkan pewarna alami yang berasal dari sejumlah jenis daun.

Di antaranya daun jati, daun dedehuk, dan daun mentoa. Ketiganya menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menciptakan karakter batik yang berbeda sekaligus memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan mereka.

Bagi kelompok yang beranggotakan ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah tersebut, membatik bukan sekadar kegiatan mengisi waktu luang.

Aktivitas ini membuka kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru, menghasilkan produk bernilai jual, serta membangun sumber pendapatan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Namun, membangun usaha kreatif dari awal tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait