Pengelolaan Sampah Modern Segera Hadir di OKU, RDF Jadi Solusi Masa Depan
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah saat memimpin rapat kesepakatan pengelolaan sampah menjadi RDF yang digelar di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO – Harapan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memiliki sistem pengelolaan sampah modern berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) bakal segera terwujud.
Pemerintah Kabupaten OKU menggandeng PT Asiana dan PT Semen Baturaja untuk merealisasikan pembangunan fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF), teknologi yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bernilai ekonomi.
Langkah tersebut ditandai dengan rapat kesepakatan pengelolaan sampah menjadi RDF yang digelar di Ruang Induk Rumah Dinas Bupati OKU, Senin (6/7).
Rapat dipimpin langsung Bupati OKU Teddy Meilwansyah dan dihadiri Direktur Utama PT Semen Baturaja, Suherman Yahya, serta perwakilan PT Asiana, Ferdinan.
BACA JUGA:Kabur Tiga Bulan, Begal Motor di Baturaja Diciduk di Lampung
BACA JUGA:Rotasi Pejabat Polres OKU, Waka Polres hingga Kapolsek Resmi Berganti
Pertemuan itu bertujuan menyamakan persepsi sekaligus memperkuat komitmen ketiga pihak dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Kabupaten OKU.
Bupati OKU, Teddy Meilwansyah menegaskan pembangunan RDF merupakan cita-cita yang telah lama direncanakan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten OKU bersama PT Semen Baturaja bahkan telah melakukan pendalaman lapangan ke fasilitas RDF di Cilacap dan Gresik sebagai referensi penerapan teknologi tersebut.
"Kami ingin ke depan memiliki fasilitas pengelolaan sampah RDF. Pengelolaan sampah tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi berkah karena dapat diolah menjadi bahan bakar dengan nilai ekonomi yang tinggi," ujar Bupati.
BACA JUGA:KA Rajabasa Pakai Kereta Ekonomi Premium, Tarif Tetap Rp32 Ribu, Perjalanan Dijamin Nyaman
BACA JUGA:Harga Karet Turun, Petani di Lubuk Raja Minta Kemudahan Akses Pupuk
Ia mengatakan keberadaan RDF tidak hanya menjadi solusi persoalan sampah, tetapi juga mampu mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular, meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Terkait ketersediaan bahan baku, Bupati memastikan pasokan sampah tidak menjadi kendala.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



