Iklan Astra Motor

Asap Reda, Ekonomi Harus Menyala: Jalan Pulih Sumsel Menuju Nataru dan Ramadan

Asap Reda, Ekonomi Harus Menyala: Jalan Pulih Sumsel Menuju Nataru dan Ramadan

Ilustrasi strategi pemulihan ekonomi Sumatera Selatan pascakarhutla menjelang Nataru 2026-Foto : Alditya Aris Rinandy-

Pesannya jelas: hujan pertama belum berarti aman. Kita sering rajin memadamkan api ketika sudah membesar, lalu lengah ketika hujan datang. 

Padahal pembasahan gambut, patroli desa, dan penegakan hukum harus terus berjalan. 

Wisatawan dan investor hanya akan kembali jika yakin asap tidak berulang setiap kemarau. 

Di sinilah peran desa-desa rawan api menjadi penting. 

Warga yang dilatih, diberi peralatan, dan mendapat insentif untuk membuka lahan tanpa membakar adalah garda terdepan yang jauh lebih murah daripada memadamkan api dari udara. 

Jika penghasilan mereka terjamin, godaan membakar lahan akan berkurang. 

Pencegahan seperti ini memang tidak tampak spektakuler, tetapi inilah investasi yang paling menentukan bagi pariwisata dan ekonomi Sumsel dalam jangka panjang.

Sambil menjaga api tetap padam, ada ujian lain yang sudah di depan mata: libur Natal dan Tahun Baru. 

Sebagai gambaran, pada Nataru 2024 sejumlah hotel di Palembang mengaku penuh 100 persen, dan pada Desember 2025 jumlah wisatawan nusantara di Sumsel naik berkat libur panjang akhir tahun. 

Pasar itu nyata dan bisa diraih kembali.

Tantangannya adalah citra. Orang yang batuk di bulan Oktober tidak otomatis percaya Palembang sudah bersih di bulan Desember. 

Karena itu pemulihan butuh cerita yang jujur dan bukti yang bisa dicek. 

Pemerintah daerah dan pelaku wisata bisa membuka data kualitas udara setiap hari, meluncurkan kampanye “Palembang Kembali Cerah”, serta menawarkan paket staycation, wisata kuliner, dan acara dalam ruangan yang tidak bergantung cuaca.

Kita punya contoh bahwa ini mungkin. 

Saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018, Palembang berhasil terhindar dari kabut asap berkat persiapan matang dan kerja sama semua pihak. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait